Kamis, 24 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Resahkan Warga dengan Panah Wayer, 11 Bocah Diamankan

Oleh Zulkifli Tampolo , dalam Metropolis Post , pada Rabu, 30 Oktober 2019 | 18:35 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Penyerangan dengan panah wayer, yang sudah sangat meresahkan masyarakat Gorontalo menjadi perhatian serius dari aparat Kepolisian. Kurang lebih 11 orang bocah diamankan beserta barang bukti berupa panah wayer oleh Tim Alap-Alap (Buser,red) Polres Gorontalo Kota, Rabu (30/10/2019) sekitar pukul 13.00 Wita.

Informasi yang dirangkum Hargo.co.id, sekitar pukul 11.30 Wita, Tim Alap-Alap Polres Gorontalo Kota melakukan penyelidikan ke jalan Duku, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo terkait dengan adanya penyerangan dengan menggunakan panah wayer. Saat itu, Tim Alap-Alap yang dipimpin langsung oleh Aipda Zulkifli Gimalaha mengecek adanya beberapa orang anak muda yang sering berkumpul hingga larut malam.

Sekitar pukul 12.44 Wita, Tim Alap-Alap kembali menerima informasi dari masyarakat, dimana ada warga yang mengenali pelaku penembakan panah wayer. Mendapatkan informasi tersebut, Tim Alap-Alap bergerak menuju Desa Dulomo, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, untuk menjemput seorang lelaki bernama AS (16). Setelah itu, Polisi kemudian melakukan interogasi kepada AS dan dari keterangannya, dirinya melakukan penembakan bersama teman-temannya.

BACA  Kesetrum, Operator Dinas Dukcapil Bone Bolango Meninggal Dunia

Mendapatkan informasi itu, sekitar pukul 13.20 Wita, Tim Alap-Alap kembali bergerak menuju ke Kecamatan Dungingi, tepatnya di rumah milik Ridwan Amuntu. Ketika berada di rumahh tersebut, ditemukan ada beberapa anak yang sedang nongkrong dengan menggunakan seragam sekolah. Ketika dilakukan pemeriksaan, seorang anak bernama ASM (16), ditemukan adanya panah wayer dan beberapa potongan besi yang siap dibuat menjadi anak panah. Dari keterangan ASM, dirinya bukan pelaku penembakan panah wayer, akan tetapi rekannya yang bernama AM. Tim Alap-Alap kemudian bergerak menuju ke salah satu rumah makan di Kota Gorontalo untuk menjemput AM. Hanya saja, ketika berada di rumah makan tersebut, AM sudah melarikan diri. Namun beberapa rekan AM berhasil diamankan di tempat tersebut. Setelah dilakukan interogasi, ditemukan sebilah parang yang disimpan di jok motor. Mereka pun langsung digiring oleh Tim Alap-Alap.

BACA  Anak Dibunuh Orang Tua karena Susah Belajar Online, KPAI Berduka

Tak hanya berhenti disitu saja, sekitar pukul 13.30 Wita, Tim Alap-Alap kembali menuju ke SMA Negeri 3 Gorontalo untuk menjemput sejumlah anak yang disebut-sebut ikut serta dalam penembakan panah wayer. Dari sekolah itu, diamankan beberapa orang pelajar. Selanjutnya sekitar pukul 14.30 Wita, Tim Alap-Alap kembali melanjutkan penyelidikan di salah satu rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian AM, tepatnya di belakang terminal Andalas, Kelurahan Sipatana, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo. Ketika berada di lokasi tersebut, Tim Alap-Alap langsung melakukan pengepungan dan menggrebek AM dikos-kosan. Akhirnya AM berhasil dibekuk dan digiring ke Polres Gorontalo Kota beserta 10 orang rekannya yang telah diamankan sebelumnya.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Robin Lumban Raja,SIK,M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Deni Muhtamar,S.Sos,SH menjelaskan, 11 orang bocah ini diamankan di empat tempat berbeda dan mereka memiliki peran masing-masing dalam kasus penembakan panah wayer yang sering meresahkan masyarakat Gorontalo.

“Sejumlah barang bukti yang telah kami amankan terdiri dari tiga unit sepeda motor, satu buah pipa stenlis ukuran 40 centi meter, 1 buah mesin gurinda, 2 buah martil, 1 buah pisau badik ukuran 40 centi meter, satu buah alat pelepas panah, 10 buah panah wayer, 1 buah gergaji besi, 16 bungkus komix yang sudah digunakan dan 85 buah potongan besi siap dibuat panah wayer,” jelasnya.

BACA  Kisruh di Pasar Sentral, Seorang Terluka

Lanjut kata mantan Kasat Reskrim Polres Pohuwato ini, berdasarkan keterangan AM, dirinyalah yang melakukan penembakan panah wayer yang berada di jalan Duku, Kecamatan Dugingi, tepatnya pada Selasa malam dan mengenai seorang masyarakat pada bagian pantat.

“Seorang pelaku lagi yang bernama CW, turut melakukan penembakan, tepatnya di Up Normal pada Selasa 29 Oktober 2019 sekitar pukul 20.00 Wita. Selanjutnya perkara ini masih sementara dalam proses penyelidikan dan penyidikan oleh anggota Satuan Reskrim Polres Gorontalo Kota,” pungkas AKP Deni Muhtamar,S.Sos,SH yang sebelumnya pernah menjadi Pasukan Perdamaian Sudan. (kif/hg)


Komentar