Rabu, 1 April 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Resepsi Pernikahan Dibubarkan, Ini Komentar Kerabat Pengantin

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Kab. Gorontalo Utara Metropolis , pada Rabu, 25 Maret 2020 Tag: , ,
  Suasana dalam gedung pesta pernikahan pasca dibubarkan oleh pihak Polres Gorut, Selasa (24/03/202) sekitar pukul 21.30 Wita di Kwandang. (Foto: Alosius Budiman/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Resepsi pernikahan Jul dengan Rohani yang dibubarkan aparat Kepolisian, oleh kerabat pengantin dinilai tak adil. Alasan yang diutarakan karena ada peseta yang justru tak dibubarkan.

Informasi yang berhasil dihimpun, resepsi pernikahan tersebut berlangsung pada salah satu gedung di Desa Titidu, Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara, Selasa (24/03/202). Polisi membubarkan beberapa menit setelah acara dimulai.

“Kalau kecewa sih tidak. Hanya saja kami merasa tidak adil dengan perlakuan ini. Di, Isimu ada acara, di Ponelo ada acara, tapi mengapa hanya acara yang di sini yang dibubarkan,” ungkap Rudy Hartono Uno, salah seorang kerabat pengantin.

BACA  24 Orang Penumpang dan ABK Kapal Tol Laut Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Lanjut kata Rudy Hartono Uno, pihak keluarga telah menyiapkan alat pengukur suhu dan juga perlengkapan pencuci tangan.

“Kami sudah menyiapkan semua itu demi keamanan dan juga sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona ini,” tegasnya.

Pernikahan yang diselenggarakan hari ini, kata Rudy Hartono Uno, sudah disiapkan sejak beberapa bulan lalu. Tetapi hasilnya jauh dari harapan. Dirinya mengakui jika pemerintah ada kekhawatiran dan untuk Provinsi Gorontalo belum ada indikasi positif corona.

“Jika memang ada kebijakan pemerintah terkait dengan hal seperti ini, diharapkan untuk dapat disosialisasikan kepada masyarakat. Apapun bentuk keputusan yang diambil oleh pemerintah daerah itu disampaikan secara berjenjang hingga kepada pemerintah desa, agar masyarakat dapat mengetahuinya,” ujarnya.

BACA  Polisi Tutup Pelayanan GraPARI Mini Gorontalo

Untuk selanjutnya jika ada tindakan yang diambil oleh aparat keamanan, diharapkan untuk dilakukan secara kondusif, agar situasinya tidak menjadi panik.

Suasana di luar gedung pernikahan pasca dibubarkan oleh pihak Polres Gorut, Selasa (24/03/202) sekitar pukul 22.00 Wita. (Foto Alosius Budiman/HARGO)
Suasana di luar gedung pernikahan pasca dibubarkan oleh pihak Polres Gorut, Selasa (24/03/202) sekitar pukul 22.00 Wita. (Foto Alosius Budiman/HARGO)

“Jujur tadi kami tidak tahu mau berbuat apa. Semua panik karena waktu makan saja, dihitung dan tidak diberi kesempatan beberapa menit. Kesempatan yang diberikan hanya dalam hitungan saja, padahal pesta baru dimulai dan undangan belum makan,” tegasnya.

BACA  Tanggulangi Covid-19, DPRD Belum Terima Usulan Pergeseran

Sementara itu, Kapolres Gorut, Dicky Irawan Kesuma menegaskan bahwa pembubaran pesta tersebut memang benar.

“Dan ini kami lakukan sesuai dengan maklumat Kapolri yang telah beredar,” tegasnya.

Dicky menegaskan bahwa sesuai dengan maklumat tersebut, maka dirinya memerintahkan kepada anggota untuk membubarkan segala kegiatan yang mengumpulkan masa.

“Hal ini dilakukan dalam rangka pencegahan semakin merebaknya virus corona di masyarakat,” jelasnya.

Untuk Gorut juga sesuai dengan hasil rapat Forkopimda tadi sore menetapkan situasi darurat daerah oleh bupati dan telah menetapkan jam malam. (abk/hg)