Kamis, 27 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Reshuffle Menteri Jokowi Bikin Fahri Mikir Gini

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Sabtu, 15 Juli 2017 | 01:00 AM Tag: , ,
  

Hargo.co.id - Kabar reshuffle jilid III yang berhembus bakal diketok bulan ini membuat Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah cemas. Pasalnya, perombakan kabinet saat ini berdampak kemunduran.

“Saya tidak mau bahas rehusffle karena itu hak presiden. Namun saya cemas, seringnya reshuffle membuat cara pengambilan keputusan jadi semakin mundur,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/7).

Selain Fahri, sejumlah pengamat angkat bicara soal reshuffle. Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni mengatakan, jika presiden akan melakukan reshuffle jilid III maka pos kementerian di bidang ekonomilah yang harus menjadi prioritas utama.

Menurut Sya’roni, rentetan kebijakan tim ekonomi banyak yang menyengsarakan dan hanya akan menambah beban penderitaan masyarakat.

“Cukup sampai di sini, tim ekonomi yakni Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, harus segera direshuffle,” katanya, Jumat (14/7).

Sementara Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, reshuffle harusnya berbasis kinerja, bukan karena persoalan partai semata.

“Ini adalah reshuffle terakhir bagi Presiden Jokowi,” ujarnya, Jumat (14/7).

Dia mengatakan, setiap reshuffle itu ujungnya adalah untuk peningkatan kinerja. Tidak hanya sebatas ganti menteri untuk menyenangkan partai atau bawa gerbong baru dan membuang yang lama.

“Tidak itu sebetulnya. Rohnya itu memperbaiki. Kalau reshuffle berkali-kali dan tidak ada korelasi atau tidak ada relevansinya terhadap kinerja Presiden Jokowi, malah berbahaya,” paparnya. (hg/boy/dms/JPG)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar