Minggu, 6 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Resiko dan Beban Kerja Kades Lebih Tinggi Dibanding Gaji

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Advertorial Kab. Gorontalo Utara Legislatif , pada Kamis, 22 Oktober 2020 | 13:05 WITA Tag: ,
  Anggota DPRD Gorontalo Utara, Sian Woloks


Hargo.co.id, GORONTALO – Pemda Gorontalo Utara (Gorut) diminta lebih memperhatikan kepala desa (Kades). Maklum, resiko dan beban kerja para Kades, lebih tinggi disbanding gaji yang diterima.

Ini diungkapkan Anggota DPRD Gorontalo Utara, Sian Woloks, yang mana menurutnya perhatian itu dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2021 mendatang.

“Perhatian pemerintah daerah tersebut diharapkan melalui peningkatan kesejahteraan para kepala desa dengan menaikan gaji dan hak kepala desa,” ungkap Sian Woloks.

BACA  SMS Siapkan Layanan Publik Berbasis Digital

Apa yang disampaikan oleh Aleg PDI Perjuangan ini, tentunya bukan tanpa alasan yang jelas. Menurutnya, terhadap besaran gaji para kepala desa di 2020 ini tidak sesuai dengan beban kerja yang diemban oleh para kades.

“Beban kerja saat ini yang diemban oleh para kades tidak sesuai dengan besaran gaji dan tunjangan kesejahteraan lainnya yang mereka terima,” tegasnya.

Sian Woloks menegaskan bahwa beban kerja yang diemban oleh para kepala desa saat ini sangat tinggi. Seperti halnya ketika terjadi sesuatu di desa, maka yang menghadapinya terlebih dulu adalah kepala desa.

BACA  Kompak dan Solid, Kunci Sukses Bangun Daerah

“Dengan konsekuensi dan juga resiko pekerjaan yang seperti itu, dan berada di garis depan berhadapan langsung dengan masyarakat, harusnya diimbangi dengan tingkat kesejahteraan dengan menaikan gaji dan hak-hak para Kades lainnya,” ujar Sian Woloks.

Lanjut katanya, hak-hak kepala desa seperti anggaran operasional yang meliputi uang transportasi baik BBM dan jumlah anggaran yang bersifat insidentil pun perlu untuk diperhatikan oleh pemerintah daerah dalam menunjang kesejahteraan mereka.

BACA  Sebanyak 3.299 DPT di Gorontalo Belum Rekam KTP-el

“Mereka (para Kades-Red) juga ini sering dikunjungi oleh tamu baik dari desa hingga tamu dari luar seperti bupati, camat, dan beserta jajaran pemerintahan lainnya. Belum lagi dari pihak swasta hingga organisasi non pemerintahan. Olehnya perlu juga dibekali dengan anggaran rumah tangga,” kuncinya.(abk/adv/hg)


Komentar