Sabtu, 13 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Revitalisasi Jalan Belum Klar, Pendapatan Pedagang Merosot

Oleh Admin Hargo , dalam Kota Gorontalo , pada Rabu, 29 Juni 2022 | 16:05 Tag: , , , , ,
  Pendapatan beberapa usaha kini mulai merosot akibat revitalisasi jalan yang belum klar. (Foto: Aliyun Azim)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pelaksanaan proyek pekerjaan Revitalisasi Jalan Nani Wartabone tidak hanya menganggu pengguna jalan. Ya, para pedagang diruas jalan tersebut juga merasakan dampaknya.

Para pedagang mengaku, pendapatan mereka merosot drastis akibat pekerjaan proyek yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Gorontalo menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut.

“Saya sebagai salah satu pemilik usaha kuliner sangat terganggu yah dengan ini. Pendapatan kami menurun,” ujar Zulkarnain Habibie salah seorang pemilik usaha kue balok, ketika diwawancarai awak media Selasa (28/6/2022).

Menurunnya pendapatan para pedagang, lanjut dia, dikarenakan pembeli merasa tak nyaman dengan keadaan atau situasi lalu lintas yang sangat padat. Ditambah lagi saluran airnya belum selesai, sehingga tempat untuk memarkir kendaraan menjadi sangat terbatas.

“Ini Alhamdulillah sudah diaspal tinggal salurannya lagi. Sangat berbeda saat belum adanya pengerjaan proyek. Pendapatan yang saya terima bisa dibilang lebih dari cukuplah dari pada yang sekarang. Untuk berapanya saya tidak bisa tentukan yang jelas usaha berjalan lancar,” jelasnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh pemilik rumah makan yang ada di jalan tersebut, yaitu Mat Jaelani. Lelaki perantau asal Yogyakarta mengaku usahanya sangat terhambat dengan adanya proyek ini.

“Tentu terganggu yah. Setiap orang mau singgah tidak ada parkirannya. Mau ke tengah sekali takut ditabrak, mau ke pinggir sekali takut nyemplung disaluran. Apalagi ibu-ibu sangat takut lewat hanya dengan jembatan kayu seperti itu,” terang Mat Jaelani.

Beda dengan Zulkarnain dan Mat, salah satu pemilik rumah makan di ruas Jalan Nani Wartabone yang namanya enggan untuk dipublish justru mengaku pendapatannya tetap stabil pasca adanya pekerjaan proyek revitalisasi.

“Karena para pekerja ini juga terbiasa membeli makanan ditempat saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, Rifadli Bahsuan ketika dikonfirmasi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Gorontalo yang aktivitasnya terganggu dengan pekerjaan proyek yang berbanderol puluhan miliar itu.

Ia berjanji, pekerjaan akan terus dipacu agar masyarakat segera menikmati hasilnya. Sesuai dengan yang tertuang dalam kontrak, kata Rifadli, pekerjaan akan dituntaskan sebelum akhir tahun.(*)

Penulis : Aliyul Azim dan Jamiah Bolota/Mahasiswa Magang UNG

(Visited 48 times, 1 visits today)

Komentar