Ribuan Jamaah Larut dalam Dzikir Akbar di Limboto

Ribuan jamaah padati komplek Taman Budaya Limboto dan depan masjid Baiturahman Limboto guna mengikuti Dzikir Akbar, Selasa (19/11/2019). (Foto Natha/Gorontalo Post untuk Hargo)

-

Hargo.co.id, GORONTALO – Ribuan jamaah larut dalam dzikir yang dibawakan oleh Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Asia Tenggara Abuya Syekh H Amran Waly All Khalidi, di depan masjid Baiturahman Limboto, Selasa (19/11/2019) malam.

Sebelum melakukan dzikir, rombongan dijamu makan malam di rumah dinas bupati. Selanjutnya, Abuya Syekh H Amran Waly All Khalidi ditandu menuju lokasi dzikir, yang mana tandu yang digunakan menggunakan ornamen adat Gorontalo.

Ketua Panitia Malam Mahambbah Rosul dan Dzikir Akbar, Sugiyanto Suratinoyo ketika diwawancarai menjelaskan, kegiatan seperti ini bukan untuk pertama kalinya dilakukan di Gorontalo. Tetapi sudah yang kedua kali, yang mana pada 2017 lalu juga sudah dilakukan acara seperti ini bekerjasama dengan pesantren Al Huda Kota Gorontalo.

Kegiatan ini sendiri adalah mengangkat ajaran kesyufian di daerah Gorontalo. Kenapa Gorontalo, karena Gorontalo merupakan Serambi Madinah dan Gorontalo adalah daerah para wali dan jika kita gali sejarahnya, Gorontalo adalah daerah kesyufian atau tasawuf, dimana akhlaq orang tua kita dulu adalah ahklaq tasyauf yang sangat baik dan saat ini sudah mulai pudar.

Abuya Syekh H Amran Waly All Khalidi saat ditandu menuju lokasi dzikir, yang mana tandu gunakan ornamen adat Gorontalo. (Foto Natha/Gorontalo Post untuk Hargo)

“Sehingga berbekal sejarah tersebut kami kembali melaksanakan pengkaderan tauhid tasawuf dan silaturahmi ulama Asia Tengara ke lll yang diawali dengan pelaksanaan dzikir malam mini,” ungkap Sugiyanto.

Lanjut dikatakan  pengkaderan ini sendiri akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan dan peserta pun bukan hanya berasal dari Indonesia tetapi juga dari luar Negeri, seperti dari Malaysia, Thailand, dari Aceh, Jakarta, Jawa, Sumatera, Makassar, Raja Ampat, Minahasa Utara, Manado, Minahasa Tenggara dan tentunya Gorontalo itu sendiri.

“Majelis pengkajian Tauhid Tasawuf ini dipimpin oleh Abuya Syekh H Amran Waly All Khalidi, beliau adalah pimpinan se Asia Tenggara yang membawahi beberapa mosi tarekat, jadi beliau memperjuangkan hakekat dan bukan tarekat itu sendiri, kalau beliau memperjuangkan tarekat berarti hanya tarekat tertentu, tetapi ini tidak demikian tetapi juga memperjuangkan hakekat bagaimana kita menuju Allah SWT,” ungkap Sugiyanto.

Ia menambahkan, dalam majelis nanti akan ada beberapa narasumber adalah tarekat nahsyabandiah, tareat satarian, sehingga akan ada beberapa orang yang member materi dalam pengkaderan nanti.

“Memang peserta kita batasi 500 peserta dan simpatisan kurang lebih 700an, sehingga totalnya 1.200 peserta dan acara pengkaderannya akan dimulai rabu sampai kamis nanti dan bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Gorontalo, dimana Bupati Gorontalo bersama jajarannya sangat merespon baik kegiatan ini,” jelas Sugiyanto.

Sementara itu Abuya Syekh H Amran Waly All Khalidi mengaku sangat mengapresiasi respon dari masyarakat Gorontalo pada umumnya  dan masyarakat Kabupaten Gorontalo khususnya yang sudah menerima kegiatan mereka di Kabupaten Gorontalo ini.

“Ini sudah kali kedua MPTT melakukan kegiatan di Gorontalo dan tentunya sejarah Gorontalo yang begitu kuat ilmu tasawufnya di zaman dulu, sehingga Gorontalo terkenal dengan sebutan serambi Madinah merupakan salah satu alasan kenapa MPTT kembali dilaksanakan di Gorontalo,” jelas Abuya Syekh H Amran Waly All Khalidi.

Sementara itu Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, satu apresiasi dan ucapan terima kasih atas terpilihnya Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah pelaksanaan MPTT.

“Semoga ini menjadi sinyal mengembangkan keagamaan dan keutamaan kita di Gorontalo, bahkan sampai ke tingkat nasional bahkan dunia dan saya berharap, masyarakat bisa mengikuti kesempatan pengkaderan selama tiga hari ini,” harap Nelson.

Adapun yang hadir dalam pelaksanaan kegiatan tersebut tuan Guru Mohammad Saleh dari Malaysia, Perwakilan Kementrian Agama RI dalam hal ini Dirjen penerangan Agama islam Dr Ahmad Juraidi, Sekjen MPTT Abi Rozali, Bupati dari Aceh Barat, perwakilan ulama se Asia Tenggara, Delegasi jamaah MPTT dari Raja Ampat, Sumatera Barat, Jakarta, Makasar, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Jawa dan Batam. (wie/hg)