Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ribuan Warga Terjaring Razia Penerapan Protokol Kesehatan

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Jumat, 20 November 2020 | 18:05 WITA Tag: , , ,
  Operasi gabungan penegakan protokol kesehatan yang dipimpin oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, beberapa waktu lalu. Operasi yang sudah digelar selama tiga bulan itu menjaring 1.432 pelanggar protokol kesehatan. (Foto: Istimewa/Dok. Humas).


Hargo.co.id, GORONTALO – Razia penerapan Protokol Kesehatan di Gorontalo sejak 4 September hingga 9 November 2020, hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 1.432 orang dinyatakan melanggar setelah kena razia oleh aparat gabungan dari kepolisian, TNI dan Satpol PP di Provinsi Gorontalo

Informasi yang berhasil dihimpun, Kasatpol PP Provinsi Gorontalo Sudarman Samad menjelaskan, operasi patuh protokol kesehatan merupakan tindak lanjut dari berbagai regulasi mulai dari Inpres No. 6 Tahun 2020 hingga Perda No. 4 Tahun 2020.

BACA  Satgas Covid-19 di Kabupaten Gorontalo Gencar Kampanyekan Protokol Kesehatan

“Sebelum lahir Perda kita sudah punya Pergub no. 41 tahun 2020 sebagai tindak lanjut instruksi presiden. Tahap sosialisasi sudah selesai dilakukan oleh semua OPD dibantu aparat TNI/Polri. Kita juga intens melakukan penindakan dibantu oleh TNI/Polri dan Satpol PP kabupaten/kota,” jelas Darman.

Mantan Kabag Humas itu menjelaskan, saat ini petugas gabungan fokus melakukan penindakan secara berjenjang, mulai dari sanksi lisan, tertulis, kerja sosial hingga denda. Pihaknya juga sudah memiliki data base siapa saja pelanggar individu yang jika melanggar lagi akan diberi sanksi denda.

BACA  Kabar Baik, Pohuwato Kembali ke Zona Hijau

“Jadi yang 1.432 yang terjaring selama operasi jika kedapatan lagi melanggar akan kita tindak dengan sanksi denda Rp150 ribu per orang. Kita punya datanya by name by address sehingga begitu KTPnya cocok dengan data kita langsung kita tindak,” imbuhnya.

BACA  Program Penguatan Tracing di 51 Kabupaten/Kota Diluncurkan

Terkait dengan penindakan rumah makan, warung kopi dan fasilitas publik lainnya yang melanggar protokol kesehatan, aparat gabungan sudah memberi peringatan melalui gugus tugas kabupaten/kota. Jika kesempatan berikutnya masih lalai terhadap protokol kesehatan maka akan diberi sanksi berupa denda Rp500 ribu hingga pencabutan izin usaha. (rilis/hg)

#IngatPesanIbu

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun


Komentar