Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ribuan Warga Wonosari Unjuk Rasa PTPG, Minta Tanggung Jawab Soal Banjir

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Kamis, 3 Mei 2018 | 12:50 PM Tag: , , , ,
  

Hargo.co.id – Ribuan warga Wonosari menggelar aksi unjuk rasa, kemarin, Rabu (2/5). Mereka meminta PT Pabrik Gula (PTPG) Tolangohula bertanggung jawab atas bencana banjir di wilayah Paguyaman dan Wonosari (Pawonsari) belakangan ini. Warga menuding bahwa banjir dipicu akibat ditimbunnya sejumlah waduk milik PTPG.

Aksi unjuk rasa ini sendiri berlangsung secara spontan. Bak bola salju yang menggelinding, aksi warga ini terus membesar hingga diperkirakan diikuti oleh sekitar 2.000 orang.

Tak hanya menggelar orasi, warga juga melakukan sweeping sekaligus menahan mobil milik perusahaan PTPG Tolangohula yang melintas di tempat mereka menggelar aksi.

Aksi demonstrasi ini sendiri merupakan buntut dari seringnya rumah dan lahan persawahan milik warga yang diserang bencana banjir. Warga menilai, banjir yang melanda wilayah Paguyaman dan Wonosari diakibatkan oleh penutupan atau penimbunan sejumlah titik waduk milik PTPG.

Padahal sebelumnya, waduk itu merupakan tempat penampungan air hujan dan mencegah terjadinya banjir. Namun karena waduk sudah ditimbun oleh pihak PT PG Tolangohula, air langsung masuk ke area persawahan. Bahkan parahnya lagi, menimbulkan bencana banjir yang cukup parah di sejumlah daerah khususnya di kecamatan Paguyaman dan Wonosari.

Sebelumnya persoalan ini sendiri sudah sempat mendapatkan solusinya, dimana waduk itu akan kembali digali oleh pihak PT PG Tolangohula, namun janji itu hingga kini belum terealisasi.

“Kami tidak akan melepaskan alat berat operasional perusahaan ini jika tidak ada kejelasan yang pasti,” tegas Halid Arifin, koordinator aksi unjuk rasa itu.

Aksi yang berlangsung sejak pagi ini pun mendapat perhatian langsung dari Pemda Boalemo. Bupati Boalemo Darwis Moridu bahkan harus turun tangan untuk melakukan mediasi antara warga dan pihak perusahaan yang saat aksi sempat bersitegang.

“Saya akan berikan waktu satu jam untuk pimpinan perusahaan datang menyelesaikan persoalan ini, jika tidak saya akan cabut ijin operasional perusahaan PTPG Tolangohula di Kabupaten Boalemo,” tegas Bupati Boalemo, Darwis Moridu saat menemui massa aksi di depan Polsek Wonosari.

Sementara itu, dalam pertemuan mediasi antara perusahaan dan warga, perusahaan akhirnya melunak dan mulai melakukan pengerjaan hari itu juga.

Embung atau waduk akan segera digali di sejumlah titik di Kecamatan Wonosari dan Paguyaman agar banjir tidak lagi terjadi.

Sementara itu dihubungi terpisah Deputi General Manager PTPG Gorontalo Surjanto mengatakan, bahwa tudingan yang dialamatkan ke perusahaannya itu adalah sepihak. “Yang jelas embung lama terjadi pendangkalan akibat hutan gundul dan terjadi erosi,”kata Surjanto.

Menurut Surjanto, perusahan berinisiatif untuk menghijaukan kembali hutan yang gundul dengan tanam karet.. Tapi tanaman karet diganggu masyarakat dengan merusak/ memotong batang muda, mencabut tanaman kecil.

Sehingga secara otomatis erosi tetap akan terjadi. Adapun upaya yang sudah dilakukan perusahaan jelas Surjanto yakni sudah mendatangkan alat untuk mendalamkan bekas waduk.

“Jadi embung yang dangkal itu akibat erosi air hujan. Karena sudah datar, ya ditanami tebu,”tutup Surjanto. (Yds/roy)

(Visited 7 times, 1 visits today)

Komentar