Selasa, 20 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rina Polapa Dukung Rencana Pengkajian Bahasa Atinggola

Oleh Alosius M. Budiman , dalam Legislatif , pada Sabtu, 27 Maret 2021 | 20:06 WITA Tag: , ,
  Ketua Komisi I, DPRD Gorontalo Utara, Rina Polapa.


Hargo.co.id, GORONTALO – Ketua Komisi I, DPRD Gorontalo Utara (Gorut) menilai bahwa bahasa adalah bagian dari identitas daerah. Olehnya, mendukung langkah Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo untuk mengkaji Bahasa Atinggola.

Menurt Anggota DPRD Dari Dapil, Atinggola-Gentuma ini, pelestarian bahasa bagi satu daerah sangatlah penting.  Karena itu adalah ciri khas dan identitas daerah itu sendiri.

“Upaya untuk melakukan kajian terkait dengan Bahasa Atinggola harus didukung, Tentunya itikad baik dan bermakna positif ini patut untuk diapresiasi,” kata Rina Polapa.

BACA  Penyusunan Program di Desa Harus Mengacu Regulasi

Memang diakui bahwa kelestarian satu bahasa tergantung dari jumlah penutur yang masih menggunakan bahasa tersebut. Tapi di sisi lain, bahasa daerah merupakan kekayaan bangsa dan merupakan jati diri dari setiap suku bangsa yang ada di negara ini.

Di kalangan masyarakat Atinggola, bahasa yang digunakan selain Bahasa Indonesia, adalah bahasa daerah yang oleh masyarakat dikenal sebagai Bahasa Atinggola.

BACA  Indra Yasin Gagas Hari Khusus Penggunaan Bahasa Daerah

“Namun jika secara nasional masih dianggap sebuah dialek, tentu harus dilakukan kajian lagi agar memang dari hasil kajian yang dilakukan tersebut dapat lebih memperkuat bahwa ini merupakan sebuah bahasa,” tegas Rina Polapa.

Di sisi lain, Rina Polapa juga mengimbau kepada masyarakat Atinggola untuk dapat berpartisipasi terhadap kajian yang akan dilakukan oleh Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo nantinya.

“Sehingga ini akan lebih mempermudah pihak Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo dalam melakukan kajian nantinya,” katanya.

BACA  Rahmat Hasan: Stop Kekerasan Verbal Terhadap Anak 

Selain itu juga, Rina Polapa berharap agar Bahasa Atinggola tetap memiliki daya hidup dan jumlah penuturnya tidak akan hilang.

“Sehingga perlu juga untuk melakukan upaya lainnya dalam rangka menjaga daya hidup dari Bahasa Atinggola itu sendiri yang saat ini mungkin hanya digunakan oleh mereka yang telah berumur. Namun bagaimana agar Bahasa Atinggola ini digunakan pada semua kalangan atau umur,” kuncinya. (abk/adv/hargo)


Komentar