Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rintisan di Periode Pertama, Delapan Proyek Mercusuar Menanti NKRI

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 18 Februari 2017 | 11:44 WITA Tag: , , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Meski belum ada penetapan hasil akhir pemilihan gubernur-wakil gubernur Gorontalo oleh KPU, namun hampir bisa dipastikan pasangan calon petahana Rusli Habibie-Idris Rahim (NKRI) kembali akan memimpin Gorontalo hingga lima tahun mendatang. Pasalnya, perolehan suara pasangan calon (paslon) yang diusung partai Golkar dan Demokrat itu jauh menggungguli dua kontestan pilgub lainnya yaitu pasangan Hana Hasanah-Toni Junus (HATI) dan Zainudin Hasan-Adhan Dambea (ZIHAD).

Hasil penghitungan suara dari pengumpulan 100 persen scan formulir C1 yang sudah masuk di KPU menunjukkan perolehan suara tertinggi diperoleh pasangan NKRI sejumlah 50,65 persen. Urutan kedua di tempati pasangan HATI sejumlah 25,86 persen. Urutan ketiga di tempati pasangan ZIHAD dengan perolehan suara 23,49 persen. Hasil ini diperkirakan tidak akan berbeda jauh dengan hasil rekapitulasi perhitungan suara secara berjenjang dari PPK, KPU Kabupaten-Kota serta KPU Provinsi.

BACA  Pengurus PBSI Gorontalo 2020-2024 Resmi Dilantik dan Dikukuhkan

Dengan raihan suara pasangan NKRI yang terpaut jauh dari dua pesaingnya, disisi lain juga berpeluang besar penentuan pemenang pilgub tidak akan berujung di palu majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Pasalnya pasangan calon yang akan mempersoalkan hasil pilgub ke MK telah dibatasi dengan syarat sengketa hasil pilgub.

Yaitu selisih perolehan suara antara pihak yang bersengketa minimal harus dua persen dari suara sah. Dengan selisih suara antara pasangan NKRI yang menempati urutan pertama dengan pasangan HATI di urutan kedua sebanyak 24,79 persen, maka peluang pasangan HATI untuk menggugat hasil Pilub ke MK menjadi sangat kecil.

BACA  Dicanangkan Gubernur, Pelaksanaan PPKM Mikro di Pohuwato Mulai Berlaku

Berangkat dari kondisi itu, perhatian masyarakat Gorontalo kini sudah terarah pada apa yang akan dilakukan oleh NKRI setelah dilantik menjadi gubernur-wakil gubernur. Saat masa kampanye Pilgub, ada 8 program unggulan yang selalu digaungkan oleh oleh pasangan ini. Yaitu pendidikan gratis lebih berkualitas termasuk pemberian honor untuk guru honorer setara Upah Minimum Provinsi (UMP), kesehatan gratis lebih prima, infrastruktur lebih merata, ekonomi rakyat lebih meningkat, pemerintah lebih melayani, agama dan budaya lebih semarak, pariwisata lebih mendunia, serta lingkungan lebih lestari.

Sesaat setelah mengetahui pasangan NKRI menjadi peraih suara terbanyak di Pilgub 2017 berdasarkan hasil perhitungan cepat pada Rabu (15/2) sore, Rusli Habibie menyatakan, setelah dilantik menjadi Gubernur untuk periode kedua, hal utama yang akan dia lakukan adalah merealisasikan semua janji politik yang disampaikan saat masa kampanye. “Itu yang akan saya lakukan. Segera merealisaikan semua janji politik,” tegas Rusli Habibie saat memberikan keterangan pers di Kantor DPD I Golkar Gorontalo.

BACA  Begini Reaksi Korban Kebakaran di Tomsel Saat Dikunjungi Gubernur Gorontalo

Namun untuk menjadikan 8 program unggulan pemerintahan NKRI jilid II itu menjadi kebijakan pemerintah provinsi, masih ada proses yang harus dilalui antara lain memasukkan visi misi dan 8 program unggulan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022. Substansi RPJMD itu juga nanti akan diselaraskan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang juga akan segera direvisi. (rmb/jdm/hargo)  


Komentar