Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Road to IDC 2021 Kalimantan Timur: Pengembangan UMKM Perlu Pendampingan dan Digitalisasi

Oleh Admin Hargo , dalam Ragam , pada Selasa, 16 November 2021 | 19:05 PM Tag: , , ,
  Road to IDC 2021 di Kalimantan Timur. (Tangkapan Layar)

Hargo.co.id, BALIKPAPAN – Pengembangan Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menjaga keberlangsungan usaha dalam menyokong perekonomian di tengah kondisi pandemi menjadi bahasan utama webinar Road to IDC AMSI 2021, sesi Kalimantan Timur (Kaltim) yang berlangsung secara virtual, Senin (15/11/2021).

Webinar yang mengambil tema “Digitalisasi UMKM, Solusi Jitu Membangkitkan Ekonomi Kalimantan Timur” ini dipandu Andi Suraya Mappangile (Dosen Universitas Balikpapan) dan menghadirkan pembicara utama utama H.M. Aswin, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur sebagai keynote speech mewakili Gubernur Kalimantan Timur dan empat narasumber lainnya.

H.M. Aswin dalam paparannya menyampaikan, peran UMKM dalam pembangunan daerah menjadi harapan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi Kaltim di tahun 2021 pada triwulan kedua yang mencapai 5,78 persen. Persentase itu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai angka 2.85 persen.

Hal tersebut menjadi salah satu bukti pentingnya UMKM dalam menjaga keberlangsungan usaha serta menyokong perekonomian di tengah kondisi pandemi. Hanya saja, kata H.M. Aswin, upaya mengembangkan digitalisasi UMKM belum banyak mendapatkan dukungan. Menurutnya, Salah satu penyebab hal tersebut adalah jalur dan program belum terakomodir melalui pemerintahan pusat.

“Pertumbuhan ekonomi ini juga berdampak pada penurunan tingkat pengangguran dari 6,87 persen menjadi 6,81 persen. Ini berarti Ekonomi Kaltim stabil selama masa pandemi. Sehingga kami berharap pemerintah pusat memberikan perhatian dan terus melakukan sinkronisasi antara program pusat melalui kementerian dengan memperhatikan tingkat produktivitas daerah,” kata H.M. Aswin.

Peran UMKM untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa pandemi tersebut dibenarkan oleh Pemimpin Divisi Kredit dan Konsumer Bank Kaltimtara Taufik Culrakhman saat menjadi narasumber dalam webinar tersebut. Menurutnya, keberadaan UMKM dalam pertumbuhan ekonomi menjadi penting, meski dalam dua dekade belum mengalami perubahan.

“Ini juga dapat dilihat jumlah pelaku usaha UMKM yang memanfaatkan marketplace atau bisnis secara online. Dari 64,2 juta atau 13 persen pelaku usaha UMKM telah memanfaatkan Marketplace atau bisnis secara online dan Masih terdapat 77,7 persen pelaku UMKM belum dapat memaksimalkan pasar secara online. Hal ini tidak terlepas dari kesiapan, optimisme dan kompetensi para pelaku UMKM,” kata Taufik Culrakhman.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Darmansjah M. Prijanto yang hadir sebagai narasumber ketiga dalam kegiatan tersebut menambahkan, saat ini banyak UMKM memiliki produk berdaya saing, namun tidak mampu melakukan ekspor karena tidak memiliki akses, strategi dan pengetahuan, serta keterampilan yang memadai untuk menembus pasar ekspor.

“Sisi lain masih ada pelaku UMKM tidak memahami pembiayaan perbankan. Tidak hanya itu, permintaan pasar global yang meningkat kadang terkendala pembiayaan untuk peningkatan produksi. Disini bisa kita lihat bahwa perlu kurikulum dan pengembangan UMKM Go Eksport, sesuai kebutuhan yang terus berkembang,” terang Darmansjah M. Prijanto.

Berdasarkan kajian akademik yang dilakukan oleh Rektor Universitas Balikpapan (UNIBA) Dr. Isradi Zainal, UMKM merupakan salah satu sektor ekonomi cukup kuat dalam menghadapi situasi ekonomi melemah. Dirinya mengatakan, UMKM juga memiliki kontribusi besar dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB), 61.97 atau sebesar Rp.8.500 triliun dari total PDB nasional di tahun 2020.

“Pengembangan UMKM melalui digitalisasi sangat diharapkan, untuk mengembangkan usaha, di masa ekonomi lagi lesu, utamanya di masa pandemi ini. Hanya saja tantangan para pelaku UMKM, diantaranya minimnya modal usaha, pengelolaan keuangan belum efisien dan kurangnya inovasi produk. Walaupun, beberapa pelaku usaha UMKM telah memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan usahanya,” kata Dr. Isradi Zainal saat menjadi Narasumber ketiga dalam kegiatan tersebut.

Selain menghadirkan narasumber di bidang perbankan dan akademisi, AMSI juga menghadirkan pelaku startup lokal Kaltim yaitu Utari Octavianty, pemilik startup “Aruna Indonesia”. Utari Octavianty memiliki usaha yang fokus dalam membantu para nelayan di berbagai daerah, khususnya dalam pengembangan usaha kelautan dan perikanan.

“Pengembangan usaha lewat digitalisasi, akan membantu masyarakat dalam meningkatkan usahanya. Kami di Aruna Indonesia saat ini banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha dibidang kelautan dan perikanan, baik dari strategi peningkatan produk atau tanggapan maupun pemasaran,” kata Utari Octavianty.

Untuk diketahui, Sesi webinar Kaltim ini mendapat dukungan dari mitra kampus yaitu Universitas Mulawarman, Universitas Islam Negeri Samarinda, Universitas 17 Agustus Samarinda, Universitas Mulia (Samarinda), Universitas Balikpapan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan, dan Politeknik Negeri Balikpapan.

Selain itu, IDC AMSI 2021 mendapat dukungan sponsor dari Google, BNI, Astra, Bank Raya, PT. PLN Persero, Pertamina, bank bjb, PT. Bank Central Asia. Tbk, PT. Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bali Mall, Kedai Tiga Nyonya, MS Glow, dan Bank Kaltimtara (*)

Rilis: AMSI

(Visited 24 times, 1 visits today)

Komentar