Jumat, 3 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Roman Nasaru: Kami Komitmen Ringankan Beban Rakyat 

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Kamis, 4 November 2021 | 06:05 AM Tag: , , ,
  Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Roman Nasaru

Hargo.co.id, GORONTALO – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo dari Partai Nasdem, Roman Nasaru menegaskan jika pihaknya berkomitmen meringankan beban rakyat. Itu juga menjadi salah satu motivasi pada peringatan 10 Tahun Partai Nasdem. 

Roman Nasaru mengatakan, selama kurun waktu satu dekade tersebut, dirinya menilai Partai Nasdem di bawah komando Ketua Umum Surya Paloh lahir menjadi bagian terpenting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

“Selamat HUT ke 10 Partai Nasdem. Satu dekade membawa perubahan. Perubahan dan restorasi itu dimulai dari diri sendiri dengan melakukan hal-hal kecil yang bisa berguna untuk orang lain,” kata Roman Nasaru, Selasa (02/11/2021).

Roman Nasaru menilai, kiprah Partai Nasdem di panggung politik Indonesia ikut menjadi bagian yang memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan pembangunan berkelanjutan demi kepentingan masyarakat. 

“Partai Nasdem akan terus berkomitmen meringankan beban rakyat. Nasdem akan terus konsisten mengawal demokrasi,” tegas politisi Dapil Batudaa cs ini

Mengutip ucapan Surya Paloh, Roman Nasaru mengatakan jika Partai Nasdem dibangun bukan untuk dijadikan perusahaan dalam logika industrialis. 

“Partai adalah instrument pergerakan; di sini tak boleh ada semangat transaksional, tak boleh ada yang berpikir untuk mencari selisih atau berdagang. NasDem adalah partai yang menjadi sikap ideologis dan dikelola secara profesional,” tutur Roman Nasaru.

Dia menambahkan, berdasarkan visi Partai Nasdem akan terus menegakkan kedaulatan ekonomi dengan upaya secara serius memberantas kemiskinan serta kesenjangan sosial. 

“Kedaulatan ekonomi rakyat bukan kedaulatan ekonomi segelintir orang. Kemajuan pembangunan sektor perekonomian di Indonesia termasuk di daerah tanpa upaya meminimalisasi kesenjangan bagi Partai NasDem adalah usaha pembangunan yang kontra-produktif,” kuncinya. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo 

(Visited 25 times, 1 visits today)

Komentar