Jumat, 28 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rosita Gani, Bisa Lanjut Sekolah Berkat Beasiswa BPJAMSOSTEK

Oleh Admin Hargo , dalam Features , pada Sabtu, 4 Desember 2021 | 14:05 PM Tag: ,
  Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, ketika menyerahkan secara simbolis beasiswa BPJAMSOSTEK senilai Rp 71 Juta, kepada salah seorang penerima santunan, beberapa waktu lalu. (Foto : Istimewa/PKP)

TERKADANG hasrat untuk menimba ilmu lebih tinggi lagi, terhambat dengan biaya pendidikan. Apalagi itu disebabkan karena sumber pendanaan terputus akibat sesuatu dan lain hal. Demikian yang dialami Rosita Gani. Gadis yang nyaris putus sekolah akibat salah satu orang tuanya meninggal dunia. Simak kisahnya berikut ini. 

 

Oleh: Rendi Wardani Fathan / Kota Gorontalo

 

SUARA azan berkumandang memecah kesunyian subuh, menandakan fajar akan segera tiba. Udara dingin yang menyelinap lewat ventilasi-ventilasi rumah, membuat sejumlah warga lebih memilih menarik selimut dan melanjutkan tidur.

Tapi tidak dengan Rosita Gani. Anak yang saat ini tengah duduk di bangku kelas 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Suwawa, Kabupaten Bone Bolango itu, justru mulai menyiapkan diri untuk pergi ke sekolah. Ya, Rosita Gani harus mempersiapkan diri lebih awal, karena jarak sekolah dengan tempat tinggalnya cukup jauh.

“Saya harus bangun subuh, karena saya tidak ingin terlambat tiba ke sekolah,” ucap Rosita Gani, ketika diwawancarai, Kamis (02/12/2021) di kediamannya.

Rosita Gani adalah anak dari keluarga yang tergolong ekonomi rendah. Meski begitu, keinginan putri kedua dari pasangan Alimin Gani dan almarhumah Yulin Abdullah untuk menuntut ilmu hingga ke perguruan tinggi begitu besar. Namun sayang, tekad itu mulai pudar ketika Rosita ditinggal pergi sang ibu tercinta untuk selamanya. 

Sebab, sebagian biaya sekolah Rosita Gani bersumber dari penghasilan sang ibu yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo. Bukan berarti sang ayah tidak mampu, namun pendapatan sang ayah hanya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Akan tetapi, harapan Rosita Gani untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi kembali terbuka, setelah ayahnya mendengar kabar, jika anaknya akan menerima santunan beasiswa dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

“Alhamdulillah, saya bisa melanjutkan sekolah karena ada santunan beasiswa dari BPJAMSOSTEK. Bahkan, hingga sampai kuliah nanti. Beasiswa itu saya dapat karena almarhumah mama terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK,” tandas Rosita Gani  

Rosita pun tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih kepada BPJAMSOSTEK. Ia berjanji akan menuntaskan pendidikannya hingga perguruan tinggi. 

“Terima kasih BPJAMSOSTEK. Insya Allah bantuannya berkah, Amin,” pungkas Rosita Gani.

Tidak hanya Rosita Gani. Banyak juga anak di Provinsi Gorontalo yang merasakan manfaat dari keikutsertaan sebagai peserta BPJAMSOSTEK. Contohnya di Kota Gorontalo. Belum lama ini, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, menyerahkan secara simbolis beasiswa BPJAMSOSTEK senilai Rp 71 Juta, kepada Anggriani Putri Abbas anak dari almarhum Novri Abas.

“Atas nama Pemerintah Kota Gorontalo, saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang selama ini terjalin. Kerjasama dalam hal realisasi santunan beasiswa kepada para anak yang ditinggal orang tuanya yang terdaftar sebagai peserta BPJASOSTEK. Insya Allah, kerjasama ini akan terus terjalin,” ucap Marten Taha usai menyerahkan santunan beasiswa tersebut. (***)

(Visited 18 times, 1 visits today)

Komentar