Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rossi dan Vinales Kalah Sangar dengan Zarco, Bos Yamaha Ungkap Kenapa!

Oleh Aslan , dalam Sportivo , pada Sabtu, 12 Mei 2018 | 10:47 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Tim Yamaha MotoGP sepertinya punya masalah serius di tim pabrikan. Hingga seri ke-4, performa pembalap tim pabrikan nyatanya masih di bawah Johann Zarco yang berada di tim satelit.

Buktinya? posisi Johann Zarco di klasemen sementara 2018 berada di atas dua pembalap Movistar Yamaha. Johann Zarco berada di posisi 2 klasemen sementara, sementara Maverick Vinales di posisi 3 dan Valentino Rossi berada di posisi 6.

Di musim 2017 lalu, ada alasan yang bisa disampaikan oleh pembalap pabrikan. Yakni, motor YZR-M1 2017 tidak kompetitif dan jauh lebih baik motor 2016 yang dipakai Johann Zarco.

BACA  Polemik All England, Menpora: Jangan Sampai Ini Kita Diamkan

Tapi saat ini, apakah alasan itu bisa dilontarkan lagi dengan kondisi YZR-M1 sekarang? Dilansir dari Speedweek.com, bos Yamaha, Lin Jarvis mengatakan dengan tegas bahwa motor dua tim sekarang sudah hampir serupa.

“Di 2018, kami kembali ke desain sasis mirip dengan konsep 2016, dan Zarco memiliki sasis yang sama dengan tim pabrikan,” ungkap Lin Jarvis. Lin Jarvis mengatakan Johann Zarco memiliki aero fairing terbaru, mesin terbaru, dan spesifikasi motor yang secara mendasar identik dengan Rossi dan Vinales.

Hal itu seharusnya membuat Johann Zarco sama kompetitifnya dengan dua pembalap pabrikan. Tapi tentunya dengan hal yang sangat serupa itu, Valentino Rossi dan Maverick Vinales kehilangan alasan.

BACA  Kontingen Indonesia Dicoret dari All England, Dede Yusuf Marah dan Kecewa ke BWF

Tidak juga, karena Lin Jarvis mengatakan tetap ada perbedaan di antara tim pabrikan dan satelit. “Perbedaanya: jika kami memiliki part pengembangan, mereka yang pertama mencoba di tim pabrikan,” ujar Lin Jarvis.

Tapi hal itu malah disebut Jarvis membuat Valentino Rossi dan Maverick Vinales kalah kompetitif di balapan Jerez lalu. “Terkadang lebih baik bagi pembalap tidak memiliki banyak pilihan,” ujar Lin Jarvis.

“Karena jika kamu tidak memiliki banyak pilihan, kamu bisa menjaga kesempurnaan dari motor yang ada,” tambah Jarvis. Lin Jarvis tidak membantah bahwa Johann Zarco lebih kompetitif dari dua pembalap pabrikan.

BACA  Kontingen Indonesia Dicoret dari All England, Dede Yusuf Marah dan Kecewa ke BWF

Bahkan Jarvis memberi ‘kode’ bahwa Johann Zarco kemarin lebih baik dengan mengatakan ‘perbedaan performa tergantung pada pembalap, gaya balapnya, dan mentalnya’. Tapi Lin Jarvis mengingatkan bahwa tidak bisa melihat pembalap hanya dalam satu balapan saja.

“Di akhir musim (2017), Maverick Vinales berada di posisi 3 kejuaraan, bukan Johann Zarco,” tegas Lin Jarvis. Bos Yamaha ini juga menggarisbawahi bahwa motor Johann Zarco “sangat, sangat kompetitif.” (motorplus/hargo)


Komentar