Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



RS di Gorontalo Penuh Tangani Pasien Covid-19, Ini Langkah Pemerintah

Oleh Admin Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Monday, 2 August 2021 | 18:05 PM Tags: ,
  Kunjungan Rusli Habibie ke sejumlah rumah sakit beberapa waktu lalu, dalam rangka memantau ketersediaan kamar rawat inap dan ketersediaan oksigen jika Covid-19 di Gorontalo mengalami lonjakan. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Guna mengantisipasi penuhnya pasien Covid-19 di rumah sakit, Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, menjalankan skenario B yang telah dipersiapkan yakni menambah jumlah gedung dan tempat tidur.

Wali Kota Gorontalo Marten Taha menjelaskan, saat ini Rumah Sakit Aloei Saboe menambah satu gedung dengan kapasitas 90 pasien khusus tangani Covid-19. Ruangan khusus sebelumnya berjumlah 118 tempat tidur sudah penuh.

“BOR rumah sakit tiga hari terakhir ini meningkat luar biasa. Kita sudah menambah jumlah tempat tidur, bahkan menambah satu gedung kurang lebih 90-100. Kemarin sudah mencapai 86,21 persen,” kata Marten.

Hal senada diungkapkan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. RS dr. Hasri Ainun Habibie disiapkan sepenuhnya untuk penanganan Covid-19.

“Kita putuskan semalam, RS Ainun kita jadikan rumah sakit Covid-19 semua. Kurang lebih 200 tempat tidur. Ini sedang dikaji oleh tim saya,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Direktur RS Ainun Habibie dr. Fitriyanto Rajak menjelaskan kondisi tempat tidur Covid-19 berjumlah 83. Jumlah itu sudah penuh dan sudah ditambah menjadi 30 tempat tidur sehingga total 113. Hingga saat ini sudah terisi 98 tempat tidur.

“Arahan dari Bapak Gubernur kita siapkan lagi gedung untuk Covid-19. Jadi gedung timur yang tadinya melayani pasien anak, neuro dan penyakit dalam kita pindah ke sayap barat. Di situ asa 37 tempat tidur sehingga kalo ditotal bisa 150 tempat tidur,” bebernya.

Untuk mengantisipasi penumpukan pasien di RS Aloei Saboe dan RS Ainun, Gubernur Rusli meminta pemda kabupaten dan kota selektif melayani pasien. Pasien Covid-19 dengan gejala sedang sebisa mungkin dirawat di rumah sakit di kabupaten masing-masing. Jika bergejala berat baru dirujuk di rumah sakit rujukan Covid-19.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo
(Visited 59 times, 1 visits today)

Komentar