Senin, 14 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



RS MM Dunda Krisis Listrik

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 13 Oktober 2016 | 12:20 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id LIMBOTO — Perusahaan listrik negara (PLN) melakukan tindakan tegas terhap Rumah Sakit MM Dunda Limboto. Aliran listrik ke salah satu objek vital daerah itu dibatasi, dari yang tadinya 197 KV menjadi 105 KV, selisihnya disegel PLN.

Hal ini diduga karena pihak rumah sakit menaikan daya listrik dengan sendirinya. Akibat itu, pelayanan rumah sakit terganggu. Sejumlah ruangan harus menerima imbasnya, seperti ruang bedah, ICU/ICCU, PICU/NICU juga ruang hemodialisas atau cuci darah.

“Kalau tidak stabil begini listriknya, torang punya keluarga bisa mati. Kondisi ini bukan pertama kalinya, tetapi sejakminggu lalu sobagini,”protes Mia salah seorang keluarga pasien.

Penangungjawab Hemodialisa, Dr Titin Pajuhi mengakui, jika saat ini memang ada masalah dengan suplay listrik yang berakhir pada penyegelan, sehingga kemampuan daya ditambah genset pun tak mampu memenuhi kebutuhan akan pasokan listrik di rumah sakit.

BACA  Presiden Jokowi Minta Kepala Daerah Antisipasi Lonjakan Covid-19 

Kondisi ini membuat ia harus mengambil pilihan dengan memberi jadwal pada pasien yang akan cuci darah, yakni pukul 08.00 dan untuk pukul 10.00 diundur sampai pukul 14.00.

“Karena memang listrik diwaktu siang hari sudah tak sebanyak dipagi hari, ruang ICCU/ICU dan ruang PICU/NICU dan ruang bedah tak boleh kekurangan suplay listri, sehingga menghindari resiko, sehingga ruang cuci darah harus menunggu setelah selesainya pelayanan diruang bedah,”jelas dr Titin.

Ia mengaku tidak bisa memaksakan karena bisa berakibat fatal. Terpisah, PLN Gorontalo membenarkan adanya pengurangan daya di RS MM Dunda Limboto dari 197 menjadi 105 Kilo Volt Ampere (KVA).

BACA  Gubernur Gorontalo Respon Baik 'Curhatan' Pokja Pengadaan Barang dan Jasa

“Jadi saya tegaskan, listrik di RS Dunda Limboto yang disegel itu bukan berarti tidak ada listriknya. Listriknya tetap ada sesuai yang tercatat di sistem kita (105 KVA). Segel itu supaya tidak ada lagi yang bisa diutak atik oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Syaiful Djalil, Humas PLN area Gorontalo ketika dikonfirmasi Gorontalo Post, Selasa (11/10).

Dikatakan Syaiful, pengurangan daya listrik di RS MM Dunda Limboto semata untuk penyesuaian dengan sistem yang tercatat di PLN, yakni 105 KVA. Diakui Syaiful, sebelumnya RS Dunda Limboto sudah pernah mengusulkan penambahan daya dari 105 KVA menjadi 197 KVA sekitar tahun 2013.

BACA  Tak Mudik ke Solo, Gubernur Gorontalo Beri Contoh ke Warga 

Namun, usulan tersebut belum pernah disetujui oleh PLN. Anehnya, setelah pengecekan lapangan September 2016 lalu, daya listrik yang ada di RS Dunda Limboto sudah menjadi 197 KVA. Untuk itu, PLN melakukan penyesuaian

“Jadi, di sistem kita, tidak ada pembayaran 197 KVA. Yang ada, hanya pembayaran 105 KVA. Jadi jelas, kondisi di lapangan harus kita sesuaikan dengan sistem kita,” jelas Syaiful. Persoalan ini pun sedang diproses hukum. (axl/Wie/hargo)


Komentar