Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



RS Pratama Tolinggula Dianggap Layak Dibangun, Ini Alasannya

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Kamis, 17 Februari 2022 | 14:05 Tag: , ,
  Pemaparan studi kelayakan terhadap pembangunan Rumah Sakit Pratama di Tolinggula. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Tolinggula dinilai layak, sehingga persiapan harus terus dimaksimalkan. Ini terungkap setelah tim konsultan memaparkan feasibility study atau studi kelayakan terhadap pembangunan rumah sakit yang didanai lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) itu.

Menurut Sekretaris Daerah Gorontalo Utara (Sekda Gorut), Suleman Lakoro, hasil pemaparan atas kajian pihak konsultan dari A sampai Z, pada dasarnya rekomendasi yang disampaikan bahwa pembangunan Rumah Sakit Pratama layak. 

“Pertimbangan berbagai aspek dengan melihat sisi teknisnya, bahwa memang ini sudah layak untuk dibangun,” ungkap Suleman Lakoro.

Akan tetapi, Suleman Lakoro memberi perhatian terhadap catatan rekomendasi yang kemudian harus dilengkapi, sebagai bagian dari syarat pembangunan dan lain sebagainya. Selain itu, Ia juga mengingatkan, karena pembangunan rumah sakit tersebut bersumber dari DAK, tentu ada batas waktu yang harus dipenuhi. 

“Oleh karena itu saya tekankan agar prosesnya segera dilakukan. Alhamdulillah Bulan Februari ini dimulai dengan FS. Dan Kadis Kesehatan sebagai pengguna anggaran saya sudah perintahkan untuk membuat schedule (jadwal) per hari. Sehingga pekerjaan yang kita lakukan terkontrol. Kalau kemudian ada yang harus diperbaiki dikoordinasikan,” tukasnya. 

Anggaran pembangunan Rumah Sakit Pratama tersebut bersumber dari DAK sebesar kurang lebih Rp 70 miliar. Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Kabupaten Gorut, Rizal Yusuf Kune  mengaku, tim konsultan yang menyusun FS adalah konsultan berpengalaman dalam membuat perencanaan rumah sakit. 

“Mereka ini selain menyusun FS, berpengalaman juga dalam penyusunan master plan dan DED sampai pada pengawasan pembangunan,” kata Rizal. 

Layaknya pembangunan rumah sakit tersebut, tentu dilalui lewat proses yang tidak instan, tapi melalui kajian yang mendalam. 

“Bahkan untuk lokasi yang kita persiapkan di awal itu ada 3 (tiga). Sehingga untuk lokasi yang telah dipilih sekarang itu memenuhi syarat, baik dari keabsahan dokumen tanah itu memang sudah punya sertifikat. Nah, sehingga kami lebih memilih itu dan telah ditinjau jauh hari sebelumnya oleh pihak konsultan,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 41 times, 1 visits today)

Komentar