Minggu, 27 November 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rumah Dilalap Api, Ayah-Anak Nyaris Terpanggang

Oleh Aslan , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 8 Mei 2018 | 13:00 Tag: ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Warga di kawasan Jl Raja Eyato, Kelurahan Limba B, Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo dibuat gempar, semalam, sekira pukul 23.00 wita. Menyusul kebakaran hebat yang melanda rumah keluarga Kasmat Moki (72). Rumah dua lantai di dekat AddNet itu ludes dilalap sijago merah.

Informasi yang diperoleh Gorontalo Post, rumah tersebut dihuni sekeluarga masing-masing Kasmat Moki (ayah) dan dua anaknya, Fahmi Moki dan Fadli Moki. Saat kejadian, hanya Kasmat Moko dan Fahmi yang berada di rumah. Ketika itu, Fahmi sudah terlelap tidur, sementara Kasmat yang sedang sakit stroke saat itu berada di dalam rumah.

Fahmi seketika terjaga saat mulai menghirup asap. Begitu terbangun ia melihat api sudah mulai membesar dari salah satu kamar di lantai dua, tepatnya di kamar sang kakak Fadli Moki. Tanpa menunggu lama, Fahmi langsung berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mendengar teriakan Fahmi langsung mendatangi rumah keluarga Moki itu.

Mereka terlebih dahulu menyelamatkan Kasmat Moki yang diungsikan ke rumah tetangga. Sementara warga lainya berusaha menyemalatkan perlatakan dan membantu memadamkan api alakadarnya. Api terus berkobar dan melahap seluruh isi rumah. Beruntung beberapa menit kemudian, tiga unit pemadam kebakaran (damkar) dan satu unit watercanon Polda Gorontalo tiba di lokasi kebakaran dan segera melakukan pemadaman. Api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 00.30 wita dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kepala SPK II, Ipda J.A. Mamahani mengatakan, pihakanya langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi. Menurut IPDA J.A Mamahani, sumber api diperkirakan karena arus pendek dari salah satu kamar di lantai dua.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kerugian yang diakibatkan dari kejadian ini pula diperkirakan mencapai Rp 100 juta,” ungkapnya. Kanit Intelkam Ipda Geryliyus Febrera,S.Tr.K dan Kanit Reskrim Ipda Alfin D.W.N,S.Tr.K hingga saat ini masih melakukan penyelidikan dan bahkan pihak korban kini masih dimintai keterangan guna pengembangan lebih lanjut.

Disisi lain, Fahmi Moki yang masih sempat diwawancarai mengaku, dirinya hanya berdua di dalam rumah bersama sang ayah. “Saya tidak perduli dengan perlengkapan di rumah. Yang terpenting ayah saya selamat,” ujarnya. (kif/tr-60/hg)

(Visited 7 times, 1 visits today)

Komentar