Sabtu, 17 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rupiah Turun Lagi, Gubernur BI Minta Masyarakat Tenang

Oleh Fajriansyach , dalam Ekonomi Headline , pada Jumat, 4 Mei 2018 | 08:02 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id – Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan rupiah melemah ke posisi Rp 13.965 per dolar Amerika Serikat (USD), Kamis (3/5).

Itu berarti rupiah melemah 0,20 persen dibandingkan kurs pada Rabu (2/5) yang berada di posisi Rp 13.936 per USD.

Meski begitu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo meminta masyarakat tidak khawatir.

’’BI selalu berada di pasar jika ada tekanan,’’ ujar Agus di gedung BI.

BACA  Air Drainase Meluap ke Jalan HB Jassin, Warga Sekitar Meradang

Agus menambahkan, pihaknya juga akan terus mengamati pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC).

Menurut dia, hasil pertemuan FOMC itu dibahas dalam rapat dewan gubernur (RDG) yang berlangsung pada 16–17 Mei mendatang.

Mantan Menkeu itu pun mengindikasikan BI kemungkinan menaikkan suku bunga acuan dalam RDG nanti.

Dia mengungkapkan bahwa era bunga rendah sudah berlalu. Sebab, negara-negara maju tengah melakukan normalisasi sistem moneternya.

Salah satunya adalah AS yang berencana menaikkan suku bunganya 3–4 kali tahun ini.

BACA  Rachmat Gobel Puji Perilaku Indra Yasin yang Agresif

’’Semua sudah memahami ke depan era bunga murah sudah di belakang. Jadi, yang ada era bunga yang bakal meningkat.

Bahkan, kita mendengar mungkin tahun ini Amerika bisa menaikkan lebih dari tiga kali, bahkan empat kali, dan diikuti negara maju lainnya,’’ jelas Agus.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT United Tractors Tbk Iwan Hadiantoro berharap pergerakan nilai tukar bisa lebih distabilkan.

BACA  Jelang Sahur Perdana, Harga Ayam Melonjak di Limboto, Peminat Justru Kurang 

’’Jangan terlalu volatile, lah,’’ kata Iwan.

Menurut dia, sebanyak20 persen alat berat United Tractors merupakan produk impor dari Jepang dan Thailand.

Karena itu, stabilitas nilai tukar sangat dibutuhkan agar bisnis dapat berjalan baik.

Bila mata uang rupiah terus melemah, hal itu akan berpengaruh ke konsumen.

’’Kami bakal perlahan-lahan adjust selling price (menyesuaikan harga jual, Red) ke customer,’’ tutur Iwan. (ken/rin/c14/sof)


Komentar