Kamis, 30 Juni 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rusia Makin Tak Terbendung, Satu demi Satu Kota di Ukraina Lumpuh

Oleh Admin Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Selasa, 15 Maret 2022 | 02:05 Tag: , ,
  Warga Ukraina mendoakan para tentara saat misa di Gereja Saints Peter and Paul Garrison di Kota Lviv, Ukraina, Minggu (13/3) (AFP)

Hargo.co.id, LVIV – Penduduk Kherson, Ukraina, turun ke jalan pada Minggu (13/3). Mereka resah. Bukan hanya karena serangan Rusia. Tapi juga karena kabar bahwa Kremlin berencana menggelar referendum kemerdekaan di kota tersebut.

Setelahnya, Rusia akan mendirikan pemerintahan boneka. Massa melakukan aksi di Freedom Square sambil membawa spanduk bertulisan bahwa Kherson adalah Ukraina.

Situasi itu seperti pada 2014 di Donetsk dan Luhansk yang sebagian wilayahnya dikuasai pemberontak pro-Rusia. Mereka menyatakan diri merdeka secara sepihak dan membuat pemerintahan sendiri yang hanya diakui Rusia.

’’Pembentukan Republik Rakyat Kherson akan mengubah wilayah kami menjadi lubang tanpa harapan akan kehidupan dan masa depan,’’ ujar Wakil Dewan Regional Kherson Serhiy Khlan seperti dikutip CNN.

Menurut dia, para pejabat tinggi di kota itu sudah dihubungi Rusia untuk menanyakan kesiapan bekerja sama. Khlan mengaku menolak tawaran itu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga mengklaim Rusia sedang mencoba menciptakan republik semu baru di Ukraina. Tujuannya, menghancurkan negara tersebut. Militer Rusia dilaporkan telah melantik wali kota baru di Kota Melitopol. Itu terjadi setelah wali kota terpilih Ivan Fedorov diculik pada Jumat (11/3) sore.

Di pihak lain, situasi di Ukraina saat ini memang tidak menguntungkan. Satu per satu kota mulai lumpuh setelah dibombardir Rusia. Minggu (13/3), Rusia membombardir pangkalan militer di Yavoriv, Lviv. Setidaknya ada 30 misil milik Rusia yang dijatuhkan ke kota yang hanya berjarak 12 kilometer dari perbatasan Polandia tersebut. Ukraina melaporkan 35 orang tewas dan 134 lainnya luka dalam serangan pagi itu.

Sebelum perang, pangkalan itu dipakai pasukan militer dari Inggris, AS, dan negara lain yang melatih tentara Ukraina. Tidak diketahui dengan pasti apakah saat kejadian ada tentara asing di sana. Mayoritas latihan militer gabungan Ukraina dengan negara-negara anggota NATO digelar di pangkalan tersebut.

Lviv selama ini menjadi jalur evakuasi para pengungsi Ukraina yang menuju Polandia. Senjata-senjata yang dikirimkan negara-negara Barat ke Ukraina diyakini juga melalui Lviv.

Sehari sebelum serangan tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov sudah memperingatkan AS. Yaitu, Kremlin akan menganggap senjata kiriman negara-negara Barat ke Ukraina sebagai target. Tanpa senjata dari AS dan sekutunya, Ukraina tidak bakal bertahan sejauh ini.

Kiev kini menjadi sasaran utama untuk dilumpuhkan. Wali Kota Kiev Vitali Klitschko mengaku khawatir bahwa Rusia akan menggunakan senjata biologi dan kimia. AS juga sempat menyatakan bahwa Rusia bisa menggunakan senjata kimia maupun biologi di Ukraina. Tapi, sejauh ini belum ada bukti yang memadai itu bakal terjadi.

Versi Ukraina, sejak perang berkecamuk, pihaknya telah berhasil membunuh 12 ribu tentara Rusia, menghancurkan 374 tank, 1.226 mesin tempur lapis baja, serta 140 sistem artileri. Namun, Rusia belum berkomentar terkait hal itu.(JawaPos.com)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Rusia Makin Tak Terbendung, Satu demi Satu Kota di Ukraina Lumpuh“. Pada edisi Senin, 14 Maret 2022.
(Visited 57 times, 1 visits today)

Komentar