Jumat, 23 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rusli Effect Bisa Jadi Penentu, Kontestan di Gorut Punya Kedekatan Emosional

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 20 Desember 2017 | 08:57 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Banyak variabel yang menjadi penentu kemenangan di Pilkada. Selain elektabilitas calon, dukungan mesin politik parpol pengusung, hingga faktor ketokohan atau orang-orang besar dan berpengaruh yang mendukung pasangan calon di Pilkada. Untuk perhelatan Pilkada Gorut 2018, faktor ketokohan bisa menjadi salah satu elemen dominan yang bakal menentukan kemenangan calon.

Tokoh yang diperkirakan punya pengaruh besar di Pilkada Gorut tak lain adalah Gubernur Rusli Habibie. Ketua DPD I Golkar itu menjadi Bupati definitif pertama yang terpilih dari Pilkada perdana Gorut pada 2008 silam.

Walau hanya memimpin Gorut sekitar dua tahun, tapi ketokohan Rusli Habibie sangat mengakar di masyarakat. Berkat berbagai terobosan yang dia lakukan untuk mempercepat pembangunan di wilayah Utara Gorontalo itu.

Indikator kuatnya ketokohan Rusli Habibie, bisa dilihat dari dua kali hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2011 dan 2017. Pada dua kontestasi itu, perolehan suara Rusli Habibie di Gorut sangat signifikan. Saat Pilgub 2011, suara pasangan NKRI (Rusli Habibie-Idris Rahim) di Gorut mencapai 78,1 persen. Lalu di Pilgub 2017 mencapai 70,3 persen.

BACA  Cegah Munculnya Klaster Baru, TPS Jangan Gunakan Pendekatan Lama

Pertanyaan selanjutnya siapa yang nanti akan mendapatkan dukungan penuh Rusli Habibie di Pilkada Gorut tahun depan?. Pertanyaan ini masih agak sulit untuk terjawab. Karena tiga kontestan calon yang berpeluang tampil, memiliki kedekatan emosional dengan Rusli Habibie.

Dimulai dari pasangan Indra Yasin-Thariq Modanggu (IQRA). Indra Yasin memiliki kedekatan emosional dengan Rusli Habibie. Saat Rusli Habibie mencalonkan diri sebagai Bupati Gorut saat pilkada 2008, Rusli menggandeng Indra Yasin.

Saat menjadi pemenang Pilkada, pasangan Rusli Habibie-Indra Yasin tak pernah diterpa isu pecah kongsi.

Bahkan saat Rusli Habibie terpilih kembali menjadi Ketua DPD I Golkar Gorontalo untuk periode kedua, Rusli memasukkan Indra Yasin dalam struktur kepengurusan Golkar. Sayangnya, Indra Yasin belakangan ini disebut sudah meninggalkan Golkar dan bergabung dengan PAN.

Lalu pasangan Roni Imran-Ismail Patamani (RI). Rusli Habibie memiliki kedekatan emosional khususnya dengan Ismail Patamani.

Begitu Rusli Habibie terpilih menjadi Bupati Gorut pada 2008, Rusli Habibie mempercayakan posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Gorut kepada Ismail Patamani yang ketika itu menjadi pejabat di Kabupaten Boalemo sebagai Kepala Dinas Pertanian.

BACA  Proyek Jalan Pilolalenga - Biluhu Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

Sampai Rusli Habibie terpilih menjadi Gubernur Gorontalo, posisi jabatan Sekda terus dipercayakan kepada Ismail Patamani. Hingga posisi itu bertahan sampai sekarang ini.

Kontestan terakhir adalah Thomas Mopili yang kembali dijagokan Golkar menjadi calon Bupati. Hubungan Rusli Habibie dan Thomas Mopili tentu sangat dekat.

Selain berada dalam satu partai, tak bisa dipungkiri tentu punya andil terhadap cemerlangnya karir politik Rusli Habibie sekarang ini. Karena karir politik Rusli berawal dari langkahnya mencalonkan diri sebagai Bupati Gorut pada 2008 silam. Saat itu Thomas menjadi Ketua Golkar Gorut. Dan Golkar ketika itu mengusung Rusli Habibie sebagai calon partai.

Oleh karena itu, dalam Pilkada Gorut pada tahun depan, menarik untuk dinanti pada kontestan mana Rusli Habibie akan memberikan dukungannya.

Indra Fokus untuk Pemenangan

Sementara itu, setelah sukses mengamankan tiket ke Pilkada Gorut dengan diusung koalisi besar, Indra Yasin sekarang ini sudah mulai fokus mempersiapkan kemenangan di Pilkada.

Diwawancarai kemarin, Indra mengatakan, dukungan dari partai-partai tersebut tentu merupakn amanah yang patut dijalankan sebaik-baiknya dalam menghadapi Pilkada 2018 mendatang.

BACA  Dari Pertemuan Wagub - Dirjen PPI LHK, Perubahan Iklim Jadi Penyebab Bencana

Untuk itu, dia mengajak kepada seluruh Parpol pendukung untuk fokus bekerja memenangkan pasangan ini di Pilkada nanti. “Kita harus fokus, juga kepada masyarakat pendukung Iqra,” pinta Indra.

Ditanya soal wacana yang berkembang bahwa Indra akan bergabung dengan partai tertentu, secara diplomatis Indra Yasin kembali mengatakan bahwa dirinya bersama seluruh perangkat termasuk Parpol pendukung untuk fokus dulu menghadapi Pilkada.

“Saya kira kita fokus dulu, kita selesaikan semuanya dulu(Pilkada) supaya teman-teman juga fokus.

Kita fokus dulu lah,” kata Indra via selular, seraya kembali mengatkan bahwa kehadirannya dalam acara DPP PDIP hanya sebatas menghadiri undangan semata.

Sementara itu, masih ada tiga partai yang hingga saat ini belum memberikan keputusan final, yakni Hanura (3 kursi), Demokrat (2kursi) dan Gerindra (2 kursi).

Namun berkembang Hanura dan Demokrat akan mendukung Roni Imran-Ismail Patamani (IMAN). Sementara Gerindra dikabarkan akan bergabung dengan kalisi besar Iqra.

Sementara Golkar (5 kursi) telah merekomendasikan Thomas Mopili dan pasangannya nanti baru ditentukan oleh DPP pasca Musyarawah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar.(rmb/idm/hg)


Komentar