Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rusli Habibie: New Normal, Bukan Hal Baru Bagi Gorontalo

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Advertorial Gorontalo , pada Jumat, 26 Juni 2020 | 20:20 WITA Tag: ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ketika menjadi narasumber pada dialog dengan tema New Normal Life dan Kearifan Lokal di RRI Gorontalo, Jumat (26/06/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan, perilaku new normal atau tatanan hidup baru bukanlah hal yang baru bagi Gorontalo. Sebab, berbagai hal yang diterapkan dalam new normal ini merupakan kearifan lokal masyarakat Gorontalo zaman dulu.

Diantaranya, penggunaan kembali Bele’uto atau sarung yang digunakan menutupi wajah dan badan. Ini sama seperti menggunakan masker.

“Jadi ada dua sarung yang digunakan satu dipakai dibagian bawah badan dan satu lagi digunakan menutupi wajah dan badan bagian atas. Jadi wajah sampai mata kaki itu tertutup, tidak kelihatan dan otomatis tidak akan kena kuman atau virus, tidak akan tertular. Coba ini kita kembalikan lagi,” papar Rusli Habibie dalam dialog dengan tema New Normal Life dan Kearifan Lokal di RRI Gorontalo, Jumat (26/06/2020).

BACA  Korban Banjir di Bilato Terima Bantuan dari Pemprov Gorontalo

Ada juga kebiasaan orang jaman dulu yang menggunakan Pahalowa atau mangkuk untuk mencuci tangan sebelum makan. Selain itu ada pula kebiasaan menyicipi garam dan rica atau cabe di sela-sela makan.

BACA  BPN Diminta Tak Terbitkan Sertifikat Tanah di Zona Danau Limboto

“Zat yang terkandung garam ini adalah penghancur virus corona. Begitu juga kalau ada pesta atau hajatan, tamu undangan itu disajikan cengkeh. Cengkeh itu juga musuh corona. Selanjutnya ada rica. Rica ini mengandung vitamin C yang banyak. Bagus juga untuk imun tubuh,” lanjutnya.

Kearifan lokal lainnya adalah sikap gotong royong dan saling menghargai. Di tengah wabah ini Rusli meminta masyarakat bahu membahu dan menghargai setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.

BACA  Usai Diresmikan, Jembatan Bulobulontu Kembali Difungsikan

“Orang Gorontalo dulu itu sangat tabu untuk menjelekkan orang, memfitnah orang, menyebarkan berita hoax. Kita hilangkan kebiasaan ini, tunjukkan kalau masyarakat Gorontalo ini masyarakat yang beradab, punya tatanan kekeluargaan yang tinggi dan bagus,” pungkasnya.

Beberapa poin ini diimbau Rusli agar bisa diterapkan masyarakat Gorontalo saat ini, terlebih dalam menghadapi dan mencegah penularan virus Corona. Covid-19 yang menjadi musuh bersama diharapkan bisa di lawan dengan berbagai kearifan lokal yang sejatinya telah sesuai dengan protokol kesehatan.(adv/rwf/hg)


Komentar