Selasa, 18 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rusli Habibie Ungkapkan Kesan 9 Tahun Dilayani Sebagai Gubernur Gorontalo

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 4 Desember 2021 | 02:05 AM Tag: ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie foto bersama dengan pegawai yang sehari harinya bekerja di dekatnya usai makan malam di restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (02/12/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Dihadapan para anak buahnya, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bicara kesan dan pesan dilayani sebagai gubernur. Ia sengaja mengumpulkan orang – orang yang selama ini bekerja di dekatnya mulai dari pramusaji, sopir, protokol, humas, sespri, ajudan hingga perawat dan dokter gubernur. 

“Provinsi Gorontalo sekarang banyak kemajuan, itu bukan karena saya tapi andil dari kalian semua juga. Cleaning service juga terlibat. Intinya kalian harus kompak, profesional dan ikhlas,” buka Rusli Habibie saat makan malam di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (02/12/2021). 

Rusli Habibie mengaku lima bulan jelang berakhir masa jabatannya, ia rindu dengan orang – orang yang bekerja di dekatnya. Rindu tidak bisa lagi ngomelin satu persatu. 

“Saya akan sangat merindukan momen seperti ini. Rindu karena tidak bisa marahi kalian lagi. Kalau saya masih mengomeli, itu tandanya saya sayang kalian, tapi kalau saya diam, saya benar – benar marah,” kata Rusli Habibie. 

Gubernur Gorontalo dua periode itu mengupas satu persatu kerja anak buahnya. Pramusaji misalnya, dinilai masih kurang tanggap dalam hal menyediakan makanannya maupun tamu VIP. 

“Kadang – kadang pramusaji sudah siap – siap di meja, ketika saya tanya makan apa hari ini dia enggak tahu? Masih ditanya lagi ke dapur. Nanti kalau yang dimasak buaya, mereka enggak bakal tau kalau saya nggak nanya,” canda Rusli Habibie. 

Kinerja protokol dinilai dari koordinasi dan ketepatan mengatur waktu kegiatan pimpinan. Ia mencontohkan, 2019 lalu sempat terjadi insiden Bupati Boalemo kala itu Darwis Mooridu, marah – marah ke protokol karena harus menunggu lama kehadiran gubernur. 

“Kalau Humas sudah cukup bagus tapi harus ditingkatkan lagi konten-kontennya. Kalimat kalimatnya harus mudah dimengerti orang. Contohnya saya, kalau bicara dengan warga di kampung harus bercanda dulu. Kalau bicara terlalu ilmiah pasti nggak nyambung. Saya bilang ke Sespri, kalau ada teman saya atau keluarga saya mau pindah, jalani sesuai prosedur. Jangan karena dekat dengan saya, suratnya sudah difoto kirim ke saya. Saya enggak suka begitu, malah saya coret,” tutur Rusli Habibie sambil mengevaluasi. 

Secara khusus, Rusli Habibie meminta maaf jika selama sembilan tahun lebih menjabat gubernur ada salah dan khilaf. Ia berterima kasih selama ini sudah dilayani selayaknya seorang kepala daerah. (***) 

 

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 36 times, 1 visits today)

Komentar