Jumat, 19 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rusli Tak Mungkin Diberhentikan, Sumarsono : Sudah Dilantik Presiden, Berarti Sah Sebagai Gubernur

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 20 Mei 2017 | 11:37 Tag: , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Pasca pelantikan Rusli Habibie dan Idris Rahim sebagai Gubernur Gorontalo dan Wakil Gubernur Gorontalo oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara (12/5) lalu, mencuat kabar dikalangan para elit tentang pemberhentian Rusli Habibie dari jabatan Gubernur. Hal ini terkait dengan status Rusli Habibie sebagai terpidana pencemaran nama baik.

Namun kabar itu dibantah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri Dr.Soni Sumarsono, yang menghadiri serah terima jabatan dari penjabat Gubernur Prof Zudan Arif Fakhrulloh ke Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris di rumah dinas Gubernur Gorontalo, Jumat (19/5) menegaskan, jika Rusli Habibie tidak akan diberhentikan.

Memang dalam Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada pasal 163 (8) mengatur tentang pemberhentian bagi Gubernur/wakil Gubernur yang berstatus terpidana. Tapi kata Sumarsono, dalam konteks Rusli Habibie, berbeda. Ia mengatakan, Rusli Habibie berstatus terpidana sebelum ditetapkan sebagai pasangan calon Gubernur Gorontalo pada Pilkada serentak tahun 2017 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Itu artinya lanjut Sumarsono, jika memang harus diberhentikan, maka harusnya tidak diloloskan sebagai calon Gubernur. “Ketika mencalonkan beliau (Rusli) sudah terpidana. Karena hukumanya tindak pidana ringan (tipiring) dan tidak termasuk dalam kategori langsung diberhentikan seperti korupsi dan narkoba, maka beliau diloloskan sebagai calon Gubernur,”ujarnya.

Alangkah tidak adilnya, lanjut mantan Plt Gubernur DKI Jakarta ini, ketika diloloskan sebagai calon Gubernur, ikut Pilkada dan menang “Kemudian dilantik dan diberhentikan. Olehkarena itu, hukum itu adalah alat untuk menuju keadilan. Sehingga hukum itu menjadi instrumen untuk memberikan rasa keadilan,”ujar Soemarsono kepada wartawan usai acara sertijab, kemarin.

Ia menyatakan, karena telah ditetapkan sebagai calon Gubernur dan berkompetisi dalam Pilkada, lalu memang. Maka Rusli Habibie juga pantas untuk menjabat. Soni Sumarsono juga menjelaskan, jika posisi Rusli Habibie berbeda dengan sejumlah kepala daerah yang berstatus sama kemudian diberhentikan.

Misalnya, Bupati Rokan Hulu (Rohul) Provinsi Riau, Suparman yang diberhentikan setelah dilakukan pelantikan. Suparman tersangkut korupsi APBD Riau tahun 2015. Menurut Sumarsono, pemberhentian dilakukan karena status hukum Suparman terjadi saat ia menjadi calon bupati. “Dia (Suparman) ketika ditengah jalan (tahapan Pilkada) terlibat kasus lalu menjadi terpidana.

Saat Pilkada ia tidak diberhentikan (dicoret dari calon), terus jalan, setelah menang, dilantik dan diberhentikan,”jelasnya. Maka dari itu, lanjut Sumarsono penafsiran pasal 163 tersebut harus disikapi secara bijaksana. Pihak Kemendagri, juta menurut Sumarsono sudah dipertimbangkan matang,. “Yang jelas Rusli Habibie dan Idris Rahhim itu didukung lebih dari separuh masyarakat Gorontalo, ini bukti jika kedua tokoh ini didukung mayoritas masyarakat Gorontalo.

Selain itu, saat memberikan sambutan pada acara Sertijab, Sumarsono menayatakan jika kemenangan pasangan Rusli Habibie dan Idris Rahim merupakan kemenangan rakyat Gorontalo. “Kalau sudah dilantik Presiden maka seluruh friksi perbedaan pendapat dan semua argumen formal dan informal selesai sudah,”ungkapnya.

Hal itu karena kedudukan Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di Indonesia. “Pasal 1 UUD 1945 pemegang kekuasaan tertinggi adalah Presiden. Jangankan kesalahan kecil, orang yang sudah salahnya besar pun Presiden memiliki kewenangan untuk memberikan grasi atau amnesti,”tandasnya.

Seperti diketahui, Rusli Habibie terlibat kasus pencemaran nama baik (mengadukan kepada penguasa) yang diperkarakan mantan Kapolda Gorontalo Budi Waseso. Rusli Habibie oleh Mahkamah Agung dijatuhi hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun, tanpa harus kurungan badan. (tro/and/hargo)

(Visited 11 times, 1 visits today)

Komentar