Minggu, 13 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rusli Tegaskan Kualitas Beras Bantuan Harus Sama Seperti Yang Dikonsumsinya

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 2 Juni 2021 | 20:05 WITA Tag: ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat mengecek kualitas beras yang dibagikan melalui program Bakti Sosial NKRI Peduli di Kecamatan Dulupi, Rabu (02/06/2021). (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Melalui program Bakti Sosial NKRI Peduli, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, mengecek langsung kualitas beras bantuan yang dibagikan kepada warga di Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Rabu (02/06/2021).

Hal tersebut dilakukan oleh orang nomor satu di Provinsi Gorontalo itu untuk memastikan beras yang dibagikan secara gratis ke warga masyarakat, kualitasnya sama dengan beras yang dirinya konsumsi sehari-hari.

“Coba mana contoh berasnya, ooh ini bagus. Saya pernah bulan lalu kurang bagus. Saya katakan, beras yang dibagikan kepada rakyat itu sama dengan yang dimakan oleh Bapak Gubernur. Ini berasnya putih bagus,” tegas Rusli.

Kepedulian Gubernur Rusli terhadap rakyatnya rupanya tidak cukup dengan memberikan bantuan pangan bersubsidi secara gratis. Kualitas beras dan bahan pokok yang diberi juga selalu diperiksa dan dipastikan berkualitas baik.

Baksos NKRI Peduli di Kecamatan Dulupi menyasar 1.290 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di delapan desa. Paket yang disubsidi oleh Baznas Provinsi Gorontalo itu berisi 10 Kg, minyak goreng 1 kg, gula 1 kg, telur 10 butir dan ikan segar 1 kg.

“Bantuan ini bukan uang pribadi saya, tapi dari PNS pemprov yang kami kumpul setiap bulan melalui Baznas. Dua setengah persen penghasilan disisihkan dan terkumpul Rp750 hingga Rp800 juta,” imbuhnya.

Kunjungan kerja ke Kabupaten Boalemo juga untuk mengecek kesiapan pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan kelanjutan pelaksanaan vaksinasi. Peninjauan dilakukan di Desa Kotaraja, Kecamatan Dulupi. Hasil vaksinasi hari itu cukup baik yakni melayani lansia 15 orang, pelayan publik 31 orang, guru 18 orang dan masyarakat umum 26 orang. (zul/adv/hargo)

BACA  Paket Pengadaan Senilai Rp 77 Miliar Selesai Ditender

Komentar