Selasa, 26 Mei 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Saat PSBB Berlangsung, Jalanan ‘Berubah’ Jadi Tempat Santai

Oleh Berita Hargo , dalam Indonesia 99 Kata Metropolis , pada Kamis, 7 Mei 2020 Tag:
  Jalan Nani Wartabone yang ditutup petugas demi membatasi gerak kendaraan bermotor. Namun, dijadikan tempat bersantai oleh warga sekitar saat menunggu waktu berbuka puasa, Selasa (05/05/2020). (Foto Natha/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Guna membatasi arus kendaraan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung, sejumlah jalan di Gorontalo ditutup. Kondisi ini justru dimanfaatkan warga sebagai tempat santai.

Itu lantaran tak ada lagi kendaraan bermotor yang bisa lalu-lalang, mereka menjadi lokasi jalan ibarat taman untuk duduk-duduk menunggu waktu berbuka puasa.

Ini dapat dilihat di Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Selasa (05/05/2020). Sejumlah warga yang bermukim disekitar jalan tersebut, mulai membawa kursi rumah mereka di tengah jalan untuk bersantai. Kondisi jalan memang sepi dari kendaraan bermotor, tapi ramai riuh-riang warga.

BACA  Terapkan PSBB, Pemda Kabupaten/Kota  Diminta Tak Pilih Kasih

Pantauan media ini, menjelang pukul 17.00 aparat mulai memasang pembatas di sejumlah ruas jalan dari depan Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) hingga Bundaran Hulandalo Indah, Kota Gorontalo. Penutupan sebagai tanda aktivitas warga dibatasi, dan diimbau bisa berdiam diri di rumah selama masa pandemi Corona di Gorontalo.

BACA  Menyelinap Lewat Laut, 16 Orang Pemudik Asal Sulut Terciduk Petugas

Namun sayang, sejumlah jalan yang ditutup di Kota Gorontalo menjadi lahan bermain bagi anak-anak. Bahkan, sebagian warga membawa kursi ditengah jalan sambil mengobrol selama penutupan jalan. Kondisi itu tentu bertentangan dengan tujuan penutupan jalan selama PSBB di Gorontalo.

BACA  Pantau Penerapan PSBB, Bupati Gorontalo Kunjungi Sejumlah Industri

Tampak anak-anak bermain sepak bola, bulu tangkis di sepanjang Jl. Panjaitan dan tidak mengindahkan imbauan pemerintah agar tidak melakukan aktivitas yang tidak penting diluar rumah.

“Bosan didalam rumah, jadi tunggu buka puasa saja di jalan,” ujar Kasumi kepada awak media. Bahkan, Ia membiarkan anaknya yang masih berumur 5 tahun itu berlari-larian di sepanjang jalan karena sudah tidak ada aktivitas kendaraan. (gp/hg)

Mantap
Suka
Senang
Kaget
Sedih
Marah

Komentar