Selasa, 15 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Saat UNBK Berlangsung, Listrik Padam

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 10 April 2018 | 16:11 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Suasana pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama untuk jenjang SMA di Kota Gorontalo, senin (9/4), diwarnai dengan pemadaman listrik PLN. Kondisi ini seketika membuat para siswa terganggu, apalagi durasi padam listrik cukup lama. Seperti yang terjadi di SMA Prasetya Kota Gorontalo dan SMA Negeri 3 Kota Gorontalo.

Pantauan Gorontalo Post di SMA Prasetya Gorontalo, pemadaman listrik terjadi sekira pukul 14.00 wita. Saat itu tengah berlangsung ujian nasional untuk peserta yang masuk dalam sesi ketiga. Akibatnya, para siswa nampak terlihat sangat kecewa, karena sebelumnya mereka memang sudah sangat siap untuk mulai mengikuti ujian nasional.

Kepala SMA Prasetya Gorontalo, Drs Amran Saleh mengatakan, untuk sesi pertama dan kedua tidak terjadi masalah apa-apa. Hanya saja ketika memulai sesi tiga UNBK, tiba-tiba listrik padam. “Tidak ada pemberitahuan sama sekali (dari PLN) jika listrik akan dipadamkan.

Makanya kami juga tidak siap, karena sebelumnya kami melalui MKKS (Musyawarah Kepala-kepala Sekolah) se- Kota Gorontalo, sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLN untuk tidak melakukan pemadaman saat proses UNBK berlangsung, tapi hari ini (kemarin,red) ternyata tetap padam,” terangnya.

BACA  Gubernur Gorontalo Respon Baik 'Curhatan' Pokja Pengadaan Barang dan Jasa

Amran menambahkan, dari hasil koordinasinya sendiri, pemadaman hanya terjadi di dua sekolah, selain sekolahnya listrik juag padam di SMA N 3 Gorontalo. “Kami tidak punya genset untuk memback up pemadaman ini pak, makanya kami hanya bisa pasrah sembari menghubungi pihak PLN untuk segera menyalakan kembali listrik,” tambahnya.

Listrik sendiri baru kembali menyala sekira pukul 15.00 wita. Diduga kuat pemadaman listrik terjadi karena robohnya salah satu pohon yang berakibat pada putusnya aliran listrik khusus untuk jalur SMA Prasetya Gorontalo dan SMA N 3 Gorontalo.

Sementara itu, hal berbeda disampaikan Helpdesk UNBK Provinsi Gorontalo Rizal Hasan. Ia mengklaim jika pemadaman listrik di dua sekolah itu tidak menganggu UNBK, sebab menurutnya listrik hanya padam 10 menit saja.

“Listrik padam sekitar 10 sampai 15 menit dan kami punya protap dalam menghadapi pemadaman. Ada rentang yang diberikan oleh POS ujian. PLN juga cukup tanggap menerima laporan kami, sehingga alhamdulillah untuk Provinsi Gorontalo berjalan baik untuk hari pertama UNBK jenjang SMA dan MA,” jelasnya.

BACA  Gorontalo Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Warga Palestina

Sementara itu, Humas PLN Area Gorontalo Syaiful Djalil mengatakan, pemadaman yang terjadi di wilayah Kota Gorontalo bukan bagian dari pemadaman yang direncanakan. “Faktor alam, ada pohon roboh di sekitar Mufidah yang membuat jalur mendadak terputus,”jelasnya.

Masuk Delapan Besar

Sementara itu, kendati pelaksanaan UNBK terganggu dengan pemadaman listrik, namun secara umum Provinsi Gorontalo mampu berada di 8 besar daerah / provinsi se Indonesia dengan kategori “BAIK” dalam capaian hasil pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hal ini dibuktikan dengan analisis dari Batlibang Kemendikbud RI.

“Kita harus bersyukur bahwa Gorontalo pada hasil UNBK tahun pelajaran 2016/2017 yang lalu berhasil masuk dalam jajaran 8 besar. Hal ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan, untuknya kita semua berharap tahun ini prestasi tersebut harus ditingkatkan,” kata Plh Sekretaris Daerah Anis Naki, mewakili Gubernur Gorontalo pada monitoring pelaksanaan UNBK tingkat SMA/MA sederajat, yang mulai dilaksanakan hari ini, Senin (9/4).

BACA  Menuju Porwanas di Malang, PWI Gorontalo Siap Pantau JMSC

Anis menambahkan pencapaian ini tidak terlepas dari komitmen Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan juga Wakil Gubernur Idris Rahim, yang membantu semua sekolah dengan memfasilitasi komputer untuk mendukung pelaksanaan UNBK.

“Ditengah-tengah minimnya sarana prasarana kita, namun pak gubernur mampu membuat perubahan dimana seluruh peserta UNBK tahun ini sudah 100 persen bisa melaksanakan ujian berbasis komputer dibandingkan tahun- tahun sebelumnya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu pula, Anis menyerahkan bantuan komputer dan server kepada Kepala Sekolah SMA 1 Limboto. Bantuan tersebut berupa 395 unit komputer UNBK dan 10 unit server UNBK. Total bantuan yang diserahkan senilai 4,1 Milyar Rupiah. Peserta UNBK tingkat SMA sederajat se Provinsi Gorontalo berjumlah 11.684 orang, yang terdiri dari SMA 8.315 orang, MA 1.829 orang, SMALB 29 orang, dan paket C 1.511 orang.

Khusus SMA/MA dan paket C, 100 persen mengikuti ujian berbasis komputer. Sedangkan SMALB yang berjumlah 29 orang masih mengikuti ujian berbasis kertas dan pensil. (yds/dan/tro)


Komentar