Rabu, 1 April 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sadis, Ayah Facebook Live saat Membunuh Anaknya Sebelum Kemudian Bunuh Diri

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Kabar Dunia , pada Kamis, 27 April 2017 Tag: , , ,
  


Hargo.co.id Facebook kembali menuai kecaman. Itu terjadi setelah Facebook tidak segera mencopot video yang menunjukkan aksi bunuh diri seorang bapak. Yang bikin miris, bunuh diri itu dilakukan setelah si bapak membunuh anak perempuannya yang masih berusia 11 bulan.

Diposting dalam dua video, Facebook baru mencopot video itu 24 jam setelah terposting pada Senin (24/4).

”Ini adalah insiden yang memilukan. Semua doa kami untuk keluarga korban,” kata juru bicara Facebook Singapura kepada Reuters via e-mail. ”Tidak ada tempat untuk konten semacam ini di Facebook dan video itu sudah kami copot,” sambungnya.

Tetapi tetap saja, pernyataan itu dianggap terlambat. Pasalnya video itu terposting seharian dan sudah menyebar luas. Pekan lalu misalnya.

Video lelaki sadis yang membunuh orang di Cleveland, Ohio, dicopot Facebook dalam waktu dua jam. Itu pun bagi pengamat masih terlalu lama.

Video lelaki Thailand ini tidak kalah mengerikan. Dalam video tersebut terlihat Wuttisan Wongtalay mengikat leher anak perempuannya Natalie dengan tali sebelum kemudian menjatuhkannya dari gedung kosong di Phuket, Thailand.

Natalie saat itu mengenakan gaun pink terang. Aksi bunuh diri Wuttisan sendiri tidak direkam. ”Tubuh Wuttisan tergeletak di sebelah anaknya,” kata Jullaus Suvannin, polisi yang bertanggung jawab atas kasus tersebut.

Ditambahkan Jullaus, Wuttisan paranoid ketakutan ditinggal istrinya. ”Dia juga takut istrinya sudah tidak mencintainya.”

Istri Wuttisan, Jiranuch Triratana, mengatakan kepada Reuters kalau mereka sudah menikah selama setehun lebih.

Kali pertama hubungan keduanya sangat baik. Tetapi, suaminya berubah menjadi kasar dan kadang memukul anak lelaki tirinya yang berusia lima tahun.

Jiranuch takut terjadi sesuatu dengan Natalie saat Wuttisan membawa pergi putrinya itu. Dia langsung mencari keduanya. ”Saya takut dia akan menyakiti Natalie meski dia mengatakan mencintainya.”

Facebook baru mencopot video itu pun setelah Kementerian Perekonomian Digital Thailand menghubungi Facebook atas permintaan polisi. ”Itu adalah video paling jahat yang pernah saya lihat sepanjang hidup.

Saya tidak bisa menyaksikannya lebih dari sedetik,” ujar Avada Teeraponkoon seorang netizen. ”Kenapa lelaki itu bisa melihat anaknya sendiri mati? Dia harusnya yang mati sendirinya,” tulis yang lain.(Reuters/tia/hg)