Kamis, 3 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sadis!!! Ibu Dua Anak Tiba-tiba Dibacok, Lengan Nyaris Putus, Jadinya…

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 24 Mei 2017 | 11:26 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Awal ramadan tinggal tiga hari. Harapan Hadijah Suaiba (40) mengawali bulan penuh berkah itu bersama keluarga harus pupus. Warga Kelurahan Dembe II, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo ini justru terbaring tak berdaya di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo, Selasa (23/5).

Pergelangan tangan kanan ibu dua anak tersebut nyaris putus. Selain itu di bagian lengan, bahu, serta leher mengalami luka sobek.

Kondisi tersebut dialami Hadijah setelah ditebas berkali-kali oleh AR alias Daeng. Ironinya, peristiwa itu terjadi di rumah Hadijah sendiri. Beruntung, nyawa perempuan yang akrab disapa Tetin itu bisa diselamatkan. Dalam kondisi bersimbah darah, Tetin langsung dilarikan ayahnya Hamadi Suaiba ke RSAS.

Korban pembacokan saat di tangani oleh medis RSAS, kemarin (23/5).

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, peristiwa berdarah yang menggemparkan warga Kota Utara itu bermula ketika Tetin sedang memasak di rumahya, sekitar pukul 10.00 wita. Beberapa saat kemudian tepatnya pukul 10.30 wita, Daeng datang ke rumah Tetin.

Pria yang belum diketahui persis alamatnya itu datang tanpa gelagat mencurigakan. Setelah memarkirkan sepeda motor di depan rumah, lelaki berusia 50 tahun itu menemui putra Hadijah, Rifal Yusuf (20) yang saat itu sedang duduk di teras rumah sambil memainkan smartphone.

BACA  Terapkan Protokol Kesehatan, Siswa MTs. Al Mujahidin Mulai Masuk Sekolah

“Mana mamamu,” tanya Daeng kepada Rifal. Tanpa banyak curiga, Rifal lantas menjawab bila mamanya sedang memasak di dapur. Pun demikian dengan ayah Hadijah, Hamadi Suaiba (70). Saat itu Hamadi sedang duduk di ruang tengah sambil menonton televisi.

Ketika Daeng masuk ke dalam rumah menuju dapur, Hamadi melihat tak ada geliat mencurigakan. Bahkan ketika sempat terdengar cekcok antara Daeng dan Tetin.

Hamadi baru kaget bukan kepalang setelah melihat Daeng mengejar Tetin dengan parang terhunus. Ditengarai, saat bertemu antara Daeng dan Tetin sempat adu mulut. Diduga Daeng menjadi emosi lantaran omongannya tak digubris Tetin.

Ia pun lantas mengeluarkan sebilah parang yang disimpannya di dalam baju. Sambil menghunuskan parang berukuran sekitar 60 centimeter, Daeng lantas mengejar perempuan berkulit terang itu.

Mengetahui nyawanya terancam, perempuan berambut panjang itu bergegas meninggalkan dapur. Ia pun meminta berupaya meminta tolong. Sayangnya, baru saja berada di teras rumah, tebasan parang sudah mengenai tubuhnya. Crassh… sabetan parang mengenai lengan kanan.

BACA  Dilepas Wagub, KM Sabuk Nusantara 113 Mulai Berlayar

Sejurus kemudian, Daeng kembali melayangkan tebasan ke arah Tetin. Lagi-lagi ibu berwajah oval terebut berusaha menangkis.

Kali ini pergelangan tangannya hampir putus. Ironinya, melihat Tetin yang sudah bersimbah darah, Daeng malah makin menggila. Ia terus melayangkan tebasan parangnya hingga mengenai bahu dan leher Tetin.

Akibatnya Tetin yang memiliki postur tubuh padat berisi itu mengalami enam luka sabetan di tangan kanan bahu kanan, punggung hingga leher kanan. Sementara itu, Ayah dan Anak korban yang menyaksikan langsung kejadian ini tidak mampu berbuat banyak.

Kedunya takut melihat Daeng yang sudah kesetanan. Rifal hanya bisa berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Daeng yang terkejut dengan teriakan itu langsung panik dan meninggalkan korban bersimbah darah terbaring lemah di lantai teras rumah. Hingga saat ini, Pelaku masih dalam pengejaran polisi.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya mengungkapkan, Kasus pembacokan ini tengah dalam penanganan oleh pihak Kepolisian Sektor Kota Tengah, Kota Gorontalo. “Pelaku tengah dalam pengejaran pihak kepolisian, Dan kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah pelaku lari lebih jauh lagi,” ujarnya.

BACA  Terbukti, Kerumunan Menciptakan Klaster Covid-19

Lebih lanjut AKBP Yan Budi Jaya mengatakan, antara pelaku dan korban sendiri diduga sempat ada hubungan asmara. Akan tetapi beberapa waktu belakangan ini korban diduga tidak lagi menyukai pelaku, sehingga membuat pelaku sakit hati dan akhirnya membuatnya menyerang korban.

“Korban sempat menerima sms bernada ancaman yang diduga dari pelaku dengan bunyi HATI-HATI NGANA KITA MODAPA,” ujar mantan Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Gorontalo itu.

Lebih lanjut AKBP Yan Budi juga menungkapkan, korban mengalami empat luka tebasan, di bagian pergelangan tangan, lengan, bahu dan leher korban. “Korban tengah menjalani operasi di RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo,”tandasnya.

Sementara itu beredar kabar bila Daeng berhasil diamankan petugas kepolisian di wilayah Marisa. Hingga berita ini dilansir, kabar tersebut sudah beredar luas di jejaring media sosial.(tr-45/tr53/hg)


Komentar