Jumat, 18 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Saksi ADHA-RAMAH Enggan Teken Hasil Rekapitulasi 

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo Headline Kabar Politik , pada Kamis, 5 Juli 2018 | 13:07 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Rekapitulasi suara Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Gorontalo tuntas sudah, Rabu (4/7). Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo rekapitulasi suara Pilwako tingkat Kota Gorontalo menetapkan pasangan nomor urut 2, Marten Taha-Ryan F. Kono (MATAHARI) sebagai pemenang pilwako. Hanya saja di penghujung rapat, saksi pasangan Adhan Dambea-Hardi Hemeto (ADHA) dan pasangan Rum Pagau-Rusliyanto Monoarfa (RAMAH) enggan untuk menandandatangani berita acara hasil rekapitulasi.

Sebelumnya, langkah serupa juga terjadi pada rekapitulasi tingkat kecamatan. Saksi pasangan nomor urut1 ADHA dan nomor urut 3 RAMAH memilih tak menandatangani berita acara hasil rekapitulasi.

Sementara itu rapat pleno penetapan rekapitulasi suara hasil Pilwako berlangsung di gedung Sumber Ria Kota Gorontalo. Hadir dalam kegiatan itu, sejumlah unsur terkait, baik Komisioner KPU Kota Gorontalo, Panwaslu Kota Gorontalo, saksi pasangan calon, dan sejumlah pihak terkait. Dari hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU, tidak berbeda jauh dari hasil perhitungan Situng (Sistem Informasi Perhitungan) suara, yang dilakukan KPU saat hari pemungutan suara sebelumnya.

BACA  Wagub Gorontalo Usulkan 5.000 Peserta Program DTS

Hasilnya, pasangan nomor urut satu, Adhan Dambea-Hardi Saleh Hemeto (ADHA-CBD) mengumpulkan suara sebanyak 37.032 suara, atau 36.05 persen. Sementara untuk pasangan nomor urut dua, Marten Taha-Ryan Fachrisan Kono (Matahari) berhasil merebut 42.398 suara dari sembilan kecamatan di Kota Gorontalo, atau 41.28 persen. Sedangkan nomor urut tiga, pasangan Rum Pagau-Rusliyanto Monoarfa (RAMAH), berhasil meraup suara sebanyak 23.281 suara atau 22.67 persen.

Usai rekapitulasi, saksi nomor urut satu dan tiga tidak menandatangani berita acara pleno rekapitulasi suara. Padahal dalam rapat rekapitulasi tingkat Kota Gorontalo itu, saksi nomor urut tiga nampak hadir. Sementara saksi nomor urut satu, sama sekali tidak terlihat saat pelaksanaan pleno.

Ketua KPU Kota Gorontalo Sukrin Thalib mengatakan, penandatanganan berita acara rekapitulasi suara, tidak akan mengganggu proses tahapan itu sendiri. Sebaliknya menurut Sukrin, pihaknya sudah menyerahkan suara berkas hasil rekapitulasi ke masing-masing saksi, meski tidak ditanda tangani oleh saksi nomor urut satu dan tiga.

BACA  Jalan Yang Dibangun Pemprov Gorontalo Sudah Bisa Dinikmati Warga Ulapato

“Tidak ada pengaruhnya, selanjutnya, kami memberikan waktu tiga hari kepada masing-masing paslon, jika ingin melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, jikapun ada yang keberatan dengan hasil Pilwako,” tegasnya. Setelah itu menurut Sukrin, KPU Kota Gorontalo tinggal menunggu hasil dari MK dan akan menetapkan pemenang pilkada sesuai dengan hasil putusan MK, dalam jangka waktu tiga hari setelah putusan MK keluar.

“Kalaupun dalam jangka waktu tiga hari tidak ada gugatan, maka akan langsung kami tetapkan pemenang Pilkada sesuai dengan hasil rekapitulasi suara di tingkat Kota Gorontalo,” tambahnya.

Sementara itu, terpisah perwakilan paslon nomor urut tiga (Rum Pagau-Rusliyanto Monoarfa), Arman Naway, saat dikonfirmasi terkait penolakan penandatanganan berita acara itu mengaku, pihaknya masih akan pikir-pikir apakah akan melakukan gugatan atau tidak.

“Kami kan diberikan waktu selama tiga hari, jadi waktu inilah yang kami manfaatkan maksimal, untuk melakukan kajian terkait langkah politik ataupun langkah hukum yang akan kami lakukan kedepannya,” terangnya. Kedepan menurut Arman, jika dari hasil penelitian dan kajian hukum dan politik, terpenuhi unsur gugatan, maka pihaknya akan melakukan gugatan. Sebaliknya jika memang tidak memenuhi unsur, maka pihaknya tidak akan melakukan gugatan. “Kita lihat saja kedepan,” tandasnya.

BACA  Rusli Tegaskan Kualitas Beras Bantuan Harus Sama Seperti Yang Dikonsumsinya

Terpisah, calon walikota Gorontalo nomor urut tiga, Rum Pagau, saat ditemui Gorontalo Post di kediamannya, rabu (4/7) kemarin, menegaskan pihaknya tidak akan melakukan gugatan ke MK.

“Buat apalagi kita menggugat, kan hasilnya sudah ada,” ujarnya dengan santai. Namun demikian, Rum saat dikonfirmasi mengenai pernyataan saksi Ramah yang menolak menandatangani berita acara, mantan Bupati Boalemo ini menilai hal itu adalah hal yang biasa.

“Mungkin mereka ada pertimbangan lain, emang ada temuan apa kemarin,” ujarnya sembari bertanya balik kepada Gorontalo Post. Rum sendiri mengaku saat ini tengah fokus dalam pemenangan Rahmat Gobel menurut kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. (yds/gp/hg)


Komentar