Jumat, 9 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Saling Ejek, Warga Tanjung Kramat Nyaris Bentrok

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 17 Februari 2017 | 16:12 WITA Tag: , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – Berawal dari ejek, sempat terjadi ketegangan di wilayah Tanjung Kramat, Kota Gorontalo, pasca mendapatkan hasil quick count perolehan suara Pilgub Gorontalo. Namun, berkat kesigapan petugas kepolisian, hampir terjadi gesekan antar warga Tanjung Kramat.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (grup Hargo.co.id), sebelumnya terjadi konvoi di jalan raya antara pendukung pasangan nomor urut 1 dan nomor urut 2 di lokasi Tanjung Kramat, Kota Gorontalo, usai pengumuman hasil sementara quick count. Namun karena situasi semakin memanas, kontak fisik pun nyaris terjadi jika petugas kepolisian tidak sigap datang ke lokasi. Ratusan massa yang berhadapan pun langsung dibubarkan oleh petugas.

BACA  Lagi, Polres Gorontalo Kota Amankan Ratusan Liter Cap Tikus

Dan untuk menghindari konflik horizontal yang lebih panjang, kepolisian pun melakukan penggalangan dan mediasi dengan memanggil kedua pendukung massa di kantor lurah Tanjung Kramat, kemarin, Kamis (16/2) pukul 09.00 Wita.

Hadir dalam mediasi tersebut 25 personil BKO gabungan Brimob Kaltim-Gorontalo dan Dalmas yang dipimpin oleh Kapolsek Kota Selatan, Iptu Pulung, Danton Dalmas Polda serta KBO Sat Sabhara Polres Gorontalo Kota beserta Bhabinkamtibmas Tanjung Kramat, Lurah Tanjung keramat Hadijah Bakari dan tokoh masyarakat.

BACA  Akses Padebuolo-Bypas Talumolo Terendam Air

Kapolsek Kota Selatan, Iptu Pulung Mahayogi menghimbau kepada massa pendukung paslon agar tidak berselisih paham karena kalah dan menang dalam pesta demokrasi merupakan hal yang biasa. “Selisih paham dapat terjadi diantara keluarga, teman, tetangga sendiri. Tapi soal perbedaan dukungan terhadap salah satu paslon merupakan hal yang biasa dalam pesta demokrasi namun jangan sampai timbul perkelahian,” tegas Pulung.

BACA  Air Drainase Meluap ke Jalan HB Jassin, Warga Sekitar Meradang

Setelah dimediasi oleh semua pihak baik kepolisian, pemerintah dan tokoh masyarakat, kedua massa pendukung paslon sepakat untuk berdamai yang ditandai dengan kedua belah pihak menyatakan pada berita acara yang intinya berisi kesepakatan damai dan saling berjabat tangan.(tr-49/hargo)


Komentar