Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sama Seperti Indonesia, 6 Negara Ini Ikut Batalkan Ibadah Haji 2020

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Jumat, 12 Juni 2020 | 19:05 WITA Tag: ,
  TETAP JAGA JARAK: Pemerintah Saudi mengizinkan sejumlah orang untuk salat berjamaah di Masjidilharam. Tahun ini sejumlah negara membatalkan penyelenggaraan haji. (STR/AFP)


Hargo.co.id, JAKARTA – Negara-negara yang tidak mengirimkan jamaah haji tahun ini terus bertambah. Selain Indonesia, terdapat enam negara lain yang tersebar dari Asia Tenggara, Asia Tengah, dan Afrika.

Seperti dilansir Jawapos.com, Negara tersebut adalah Singapura, Brunei Darussalam, India, Mesir, dan Uzbekistan. Lalu yang paling baru, Kamis (11/6) pemerintah Malaysia memutuskan tidak menyelenggarakan haji tahun ini. Layaknya di Indonesia, calon jamaah haji Malaysia yang sedianya berangkat haji tahun ini diprioritaskan berhaji tahun depan.

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan ada tujuh negara yang telah memutuskan tidak menyelenggarakan haji tahun ini.

Endang pun mendapatkan kabar langsung dari Konsul Haji Malaysia. “Menteri Urusan Ugama Malaysia telah mengumumkan hal tersebut (pembatalan haji 2020, Red) pada hari ini,” kata dia.

BACA  Raja Yordania Menyatakan Negaranya Menang Melawan Covid-19

Endang mengatakan kebijakan tersebut secara resmi sudah disampaikan ke Kedutaan Arab Saudi di Kuala Lumpur.

Begitu juga dengan India, kata Endang, sejak 6 Juni lalu Komite Haji India mengumumkan calon jamaah haji diberikan kebebasan untuk membatalkan haji 2020. Komite akan mengembalikan seluruh uang jamaah 100 persen.

Di India tidak ada sistem setoran awal pendaftaran haji seperti di Indonesia. Di India pembayaran haji dilakukan secara langsung atau dicicil selama enam bulan bagi calon jamaah yang dinyatakan lolos di tahun berjalan.

Untuk pemberangkatan periode 2020 ini, calon jamaah haji India mulai mengangsur sejak Oktober 2019. Total biaya haji di India sebesar USD 2.500 atau sekitar Rp 35,4 juta/jamaah. Hampir sama dengan rata-rata biaya haji jamaah Indonesia.

BACA  Makin Mencekam, Amerika Kembali Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan

Endang menyebut adanya kabar bahwa pemerintah Arab Saudi akan membuka haji namun dengan kuota sangat terbatas. Yakni hanya 20 persen saja untuk keseluruhan. Seperti diketahui tahun lalu jumlah jamaah haji secara keseluruhan sekitar 2,4 juta orang. Dengan adanya kuota hanya 20 persen, maka kuota haji hanya sekitar 480 ribuan jamaah.

“Berita itu (kuota haji 2020 hanya 20 persen, Red) sudah saya komunikasikan dengan kantor Sekretariat Menteri Haji (Arab Saudi, Red),” kata Endang. Namun belum ada pernyataan resmi terkait kabar tersebut. Dia mengatakan merujuk informasi dari Dirjen Haji Kementerian Haji (Kemenhaj) Arab Saudi, mereka tidak bisa memutuskan.

Saat ini pembahasan haji 2020 di Arab Saudi sudah di komite tinggi. Namun belum sampai ke komite tertinggi. Setelah dibahas di komite tertinggi, baru ditetapkan di tingkat kerajaan. Struktur perhajian di Arab Saudi berlapis. Sementara Kemenhaj hanya urusan teknis saja.

BACA  Parlemen Turki Sahkan UU Media Sosial Pesanan Erdogan

Sampai saat ini, kata Endang, belum ada keputusan resmi pencabutan larangan jamaah umrah oleh Arab Saudi. Meskipun sudah ada pelonggaran ketentuan lockdown di Arab Saudi di tengah wabah Covid-19, belum ada kabar kapan larangan umrah dicabut. Dia menjelaskan aturan larangan perjalanan umrah dikeluarkan sejak 27 Februari lalu.(is/hs/jawapos/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh Jawapos.com dengan judul: “Selain Indonesia, 6 Negara Ini Juga Batalkan Haji Tahun Ini“. Pada edisi Jumat, 12 Juni 2020.

Komentar