Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sambil Menangis, Ghebi Sub Agen Investasi Get-get Berniat untuk Kembalikan Uang Membernya

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Sabtu, 26 Maret 2016 | 10:36 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO  – Satu persatu, agen dan sub agen investasi get-get jaringan owner Dhiyan Bone dilaporkan membernya ke pihak kepolisian.

Itu setelah pihak agen dan sub agen tak mampu membayar uang milik membernya yang telah disetor sebagai modal investasi dengan pengembalian yang lebih besar.

Ghebi Sintia Mahmud salah satu sub agen investasi get-get jaringan Dhiyan Bone yang dilaporkan membernya di Polsek Telaga Jaya, Kamis (24/3).

BACA  Tahun Ini, Pasar Senggol dan Festival Tumbilotohe Dilarang Digelar 

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kejadiannya ini bermula ketika sekitar 30 membernya komplain setelah modal investasi yang sudah dijanjikan belum juga direalisasikan.

Keadaan semakin memuncak ketika para member dan agennya dari Ghebi mengetahui bahwa Ghebi masih merupakan satu jaringan dengan Dhyan Bone. Olehnya, banyak para member sejatinya hanya ingin menyelamat uangnya yang sudah dijadikan modal.

BACA  Warga Gorontalo Diminta Waspada Datangnya Badai Siklon

[Baca: Opss… Sub Agen Owner Investasi Get-get Dhiyan Bone Dilapor Membernya]

Awalnya, para member satu per satu mendatangi rumah Ghebi di Kelurahan Hulawa, Kecamatan Telaga, kabupaten Gorontalo. Mereka hanya mendapatkan janji-janji manis saja.

Bak bola salju menggelinding, janji-janji itu pun memuncak dan akhirnya memaksa Ghebi untuk bertanggung jawab di hadapan polisi. Bahkan, saat berada di Mapolsek Telaga Jaya, masih terjadi adu mulut antara Ghebi dengan puluhan membernya. Situasi Mapolsek Telaga Jaya pun sangat ramai saat itu.

BACA  Mulai 1 Mei 2021, Pintu Masuk Gorontalo Dijaga Ketat 

Para nasabah ngotot karena Ghebi sudah terlalu banyak berjanji. Sebaliknya, Ghebi pun meminta waktu lagi selama 3 bulan untuk mengembalikan modal sekaligus keuntungan yang sudah dijanjikan kepada para member. Tak tanggung-tanggung, nilai yang dijanjikan pun mencapai sekitar Rp 2 Miliar.

“Saya mau tunggu pencairan yang di Jambi,” begitu alasan Ghebi.

Laman: 1 2


Komentar