Jumat, 15 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sami Khedira : Jalani Kompetisi yang Ketat, Terpaksa Bayar Fidyah Puasa

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Sportivo , pada Senin, 21 Mei 2018 | 08:56 WITA Tag: , , ,
  Sami Khedira (foto : healthyceleb.com)


POTRET PESEPAKBOLA MUSLIM DUNIA

GORONTALO – Hargo.co.id – Sebagai kiblat sepakbola dunia, ternyata benua Eropa memiliki keragaman yang luar biasa, salah satunya dalam bidang agama.

Contohnya, meski di Eropa, ternyata cukup banyak juga pemain-pemain yang beragama islam di sana. Pesepakbola beragama muslim di kompetisi Eropa jumlah mereka memang minoritas, namun dari sisi prestasi tidak perlu diragukan lagi.  Salah satu pesepakbola muslim yang berlaga di pentas kompetisi sepakbola Eropa adalah Sami Khedira.

Pemain Juventus yang pernah bermain untuk VfB Stuttgart dan Real Madrid itu punya catatan cerita menarik sebagai seorang pesepakbola muslim dalam menghadapi kompetisi yang sangat ketat di Eropa.

BACA  Libur Panjang Kerap Picu Kenaikan Kasus Covid-19

Bertepatan Bulan Ramadhan seperti ini misalnya, meski kompetisi sepak bola eropa sebagian masih bergulir dan sebagian lagi sudah akan istirahat jelang perhelatan Piala Dunia, sehingga beberapa pemain sepakbola yang beragam islam ada yang tetap menjalankan puasa, dan ada juga yaag tidak.

Seperti halnya Ozil, Khedira merupakan pemain timnas Jerman keturunan yang juga memeluk agama islam. Ayahnya berasal dari Tunisia. Tetapi seperti halnya Ozil, Khedira juga tidak melakukan puasa Ramadhan secara penuh. Tentu saja karena tuntutan pekerjaannya.

BACA  Jadi yang Pertama, Lima Kepala Daerah di Gorontalo Siap Divaksin Covid-19

Sebenarnya, ketika masih bermain di VfB Stuttgart, Khedira selalu berpuasa di bulan Ramadhan, tetapi kini ia memilih mengikuti jejak rekannya Mesut Ozil untuk tidak berpuasa dan membayar fidyah puasa.

Seorang muslim seharusnya berpuasa selama 30 hari sejak matahari terbit hingga tenggelam. Tetapi saya seorang atlet yang kompetitif, saya membutuhkan tenaga saya, yang tak mungkin saya miliki tanpa makanan, ujar Khedira dalam sebuah wawancara.

Apa yang dilakukan oleh Khedira dan Ozil ini cukup bisa dipahami mengingat ternyata dewan muslim nya Jerman (seperti MUI di Indonesia) ternyata mengizinkan atlet-atlet profesional untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan.

BACA  Percepat 3T di Daerah, Mobile Lab BSL-2 Varian Bus Diluncurkan

Sami Khedira sendiri merupakan pesepak bola Jerman, yang berposisi sebagai gelandang. Orang tuanya adalah imigran asal Tunisia, ia dikenal sebagai pemain masa depan Jerman.

Lahir, 4 April 1987 (usia 31 tahun), di Stuttgart, Jerman dengan tinggi badan 1,89 m, berat: 93 kg serta gaji sebesar 5 juta EUR bersama Juventus F.C. Khedira juga memiliki tiga kebangsaan yakni, Jerman, Tunisia, dan Jerman Barat. (dari berbagai sumber)


Komentar