Selasa, 15 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sandiaga Uno Beberkan Strategi Antisipasi Resesi Teknikal

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Ekonomi Kabar Nusantara , pada Senin, 20 Juli 2020 | 12:05 WITA Tag:
  Pengusaha nasional Sandiaga Uno (Kanan). Foto: Antara


Hargo.co.id, JAKARTA – Sandiaga Uno melihat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, mengalami penurunan cukup signifikan akibat pandemi Covid-19. Kondisi tersebut ditambah lagi dengan banyak bisnis yang lesu, dan akhirnya gulung tikar akibat tidak ada pemasukan.

“Covid-19 ini tidak hanya memperburuk bisnis itu sendiri, melainkan beberapa tenaga pekerja harus dirumahkan bahkan ada yang terkena PHK imbas tak adanya pemasukan ketika masa pandemi ini,” kata pengusaha nasional itu dalam seminar online Indonesia Young Entrepreneur Summit (IYES) Goes to Campus. Sebagaimana dilansir JPNN.com (20/7)

Atas kondisi tersebut, Sandiaga menegaskan ada beberapa strategi agar bisnis tetap tumbuh dan berkembang di era new normal.

Pandemi Covid-19 akan mengubah kebiasaan masyarakat kita menjadi lebih baik ke depan.

Menurut Sandi, pada saat pandemi mulai terjadi, mobilitas semua orang menjadi terbatas. Hal itu secara langsung memberi tekanan terhadap perekonomian.

BACA  Jusuf Kalla Imbau 50 Persen Hasil Kotak Amal Masjid Disumbangkan ke Palestina

Dirinya mengajak, masyarakat untuk bangkit kembali dan beradaptasi dengan New Normal.

Oleh sebab itu, dia mengingatkan, untuk merencanakan strategi mutakhir agar bisnis tetap tumbuh dan berkembang di era New Normal.

“Koreksi rencana bisnis, beradaptasi terhadap dampak krisis. Petakan risiko, buat rencana mitigasinya. Jangan lupa untuk memasukkan aspek penghematan dan pertahankan biaya-biaya utama,” katanya dalam keterangan tertulis.

Merencanakan strategi mutakhir agar bisnis tetap tumbuh, Sandiaga juga meminta, agar membuat perencanaan skenario terburuk. Sehingga, dapat diketahui langkah-langkah yang tepat untuk mengantisipasi hal itu.

“Terapkan juga perencanaan dengan skenario terburuk dan tentu alternatif terbaik. Jangan lupa prediksikan dana untuk tiga bulan ke depan,” tegasnya.

BACA  Gorontalo Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Warga Palestina

Dia menuturkan, semua orang harus bersiap karena pada saatnya usaha akan dibuka kembali secara bertahap, sektor demi sektor dengan tetap meminimalisasi risiko kesehatan masyarakat, sekaligus memulih kegiatan ekonomi.

“Tentukan tingkat risiko kesehatan dari setiap jenis pekerjaan. Tentukan jenis pekerjaan mana yang memiliki pengaruh terbesar pada perekonomian. Petakan risiko kesehatan dan pengaruhnya pada perekonomian,” tukasnya.

Sementara itu, Founder KAHMIPreneur dan Komisi XI DPR RI, Kamrussamad menambahkan, pandemi ini membuat ekonomi global berpengaruh sangat signifikan.

Skenario terburuknya akan ada penurunan ekonomi secara global sebesar 30 persen. Bahkan pengangguran di seluruh dunia akan meningkat sebanyak 180 juta orang.

“Kita lihat juga di negara tetangga kita ada Singapura dan Thailand. Dua negara ini mengalami minus hingga 0,7 di kuartal pertama dan bisa mencapai minus 12 pada kuartal kedua,” katanya.

BACA  Gitaris Slank Abdi Negara Nurdin Resmi Diangkat Jadi Komisaris Independen Telkom

“Begitu juga dengan Thailand juga mengalami minus di angka 1,8 di kuartal pertama dan minus 10 di kuartal kedua.”

Atas dasar itu, Kamrussamad meminta, Indonesia juga bersiap-siap menghadapi resesi yang dihadirkan oleh bencana nonalam ini.

Salah satu tanda yang signifikan ialah daya beli masyarakat yang sudah menurun, sehingga pemerintah juga harus mempersiapkan segala sesuatunya.

“Pemerintah juga harus mempersiapkan segala kemungkinan yang akan terjadi,” pungkasnya. (mg8/jpnn/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul: “Sandiaga Uno Beberkan Strategi Antisipasi Resesi Teknikal“. Pada edisi Senin, 20 Juli 2020.

Komentar