Sanksi Unisan Dicabut, Dikti: Kasus Ini Dijadikan Pembelajaran

Kampus ichsan Gorontalo.

Hargo.co.id, GORONTALO – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) resmi mencabut status pembinaan untuk Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo, Rabu (03/09/2019). Pada laman forlap Dikti, https://forlap.ristekdikti.go.id yang diakses petang, kemarin, status Unisan kembali aktif. Artinya salah satu kampus swasta terbesar di Gorontalo ini kembali bisa melaksanakan aktivitas akademik yang terlayani Dikti.

Pencabutan status pembinaan oleh Dikti dibenarkan Rektor Unisan Dr. Abdul Gaffar La Tjokke, kemarin. Kepada Gorontalo Post, La Tjokke mengatakan, apa yang dipersyaratkan Kemenristek-Dikti semuanya telah dipenuhi dan sesuai dengan ketentuan.

“Yang pertama syukur Alhamdulillah (status pembinaan)sudah dicabut, karena berbagai persyaratan telah kami penuhi,” kata La Tjokke via seluler, petang kemarin.

Ia menyebutkan, status pembinaan bermakna sanksi kepada Unisan itu, benar-benar memberi pengalaman dan hikmah kepada lembaga yang dipimpinya.

“Terus terang pembinaan ini besar sakali hikmahnya (untuk Unisan), karena dari kekurangan-kekurangan yang selama ini tidak bisa terpantau menjadi terang benderang,” ungkap La Tjokke.

Bahkan lanjut dia, dengan upaya yang dilakukan Unisan selama ini, akan bisa meningkatkan akreditasi lembaga dari B ke A.

“Kami yakin itu, karena perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan selama ini juga untuk peningkatan kualitas univesitas,”ujar La Tjokke yang saat dihubungi, kemarin, mengaku masih berada di kantor Kemenristek-Dikti.

Lebih lanjut dikatakanya, sebagai pengelola perguruan tinggi, pihaknya akan tunduk pada berbagai aturan kementerian Dikti, sehingga persoalan yang ada tidak akan terulang lagi.

“Kami akan hati-hati jalankan aturan Kemenristek-Dikti agar (sanksi) tidak terulang lagi,” katanya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengadaan aplikasi turnitin. Aplikasi banyak digunakan perguruan tinggi sebagai ‘security’ plagiat karya ilmiah termasuk skripsi. Seperti diketahui, status pembinaan untuk Unisan disematkan Kemenristek-Dikti, lantaran ‘kampus hijau’ ini kedapatan plagiat untuk proses skripsi mahasiswa.

“Untuk cegah plagiat saya sudah beli turnitin, semua skripsi mahasiswa akan lewat situ, sehingga tidak adalagi plagiat,” tandas La Tjokke.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan dicabutnya status pembinaan oleh Kemenristek-Dikti, maka Unisan Gorontalo kembali mendapat pelayanan Dikti, semua aktivitas akademik juga dengan sendirinya berjalan seperti semula.

“Dengan (status) pembinaan, kita tidak bisa melakukan penelitian , sertifikasi dosen tidak bisa, kompetisi dosen, fasilitas Dikti tidak diperoleh. Tapi semua sudah selesai, pembinaan sudah dicabut, semua aktif lagi,” ungkapnya.

Termasuk, lanjut La Tjokke, adalah mahasiswa yang selama ini risau dengan status pembinaan.

“Semua aktif lagi, mahasiswa yang risau sudah selesai,” terangnya.

Bahkan, La Tjokke langsung memerintahkan jajaranya untuk membuka kembali pendaftaran mahasiswa baru, mulai hari ini.

“Mulai besok (hari ini,red) pendaftaran mahasiswa baru kembali dibuka,” kata La Tjokke.

Memang, lanjutnya, sebelum status pembinaan disematkan, calon mahasiswa Unisan yang mendaftarf sudah lebih dari 500 orang.

“Semua saya hentikan, saya harus ikut ketentuan. Besok (hari ini) kita buka lagi (pendaftaran),” terangnya.

Disinggung soal sanksi kepada oknum yang membuat kampus disanksi Kemenristek-Dikti, La Tjokke menyebut masih akan dipertimbangkan. Menurutnya, apa yang dilakukan oknum tersebut benar-benar membuat dampak besar bagi banyak orang, terutama bagi Unisan.

Seperti diketahui, status pembinaan bagi Unisan diberikan Kemenristek-Dikti sejak April 2019 lalu, sesuai dengan surat Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti nomor T/710/C.C5/KB.06.02/2019 perihal sanksi administratif. Sanksi itu disematkan lantaran Unisan lalai dalam pengawasan plagiat skripsi mahasiswa.

Dalam evaluasi kinerja akademik (EKA) yang dilakukan Kemenristek-Dikti, kampus yang dipimpin Dr.Abdul Gaffar La Tjokke ini kedapatan praktek plagiat pada proses skripsi mahasiswa. Dengan status pembinaan, Unisan tidak mendapat fasilitas Dikti, termasuk tidak dibolehkan melakukan penerimaan mahasiswa baru dan melakukan wisuda.

Status itu berlaku selama enam bulan, tapi bisa lebih cepat dicabut jika Unisan segera memperbaiknya. Unisan menyelesaikan sanksi pembinaan hanya kurang lebih empat bulan.

Sementara itu, Kepala L2 Dikti, wilayah IX Makassar, Prof. Dr. Jasrudin membenarkan bahwa status pembinaan Universitas Ichsan (Unisan) Gorontalo telah dicabut dan Unisan aktif lagi.

“Sudah dicabut status pembinaanya dan sekarang aktif lagi,” ujar Prof. Jasruddin lewat pesan Whast App, Rabu (4/9).

Ia menambahkan bahwa, Unisan sudah memenuhi semua persyaratan untuk menjadi aktif lagi.

“Semua persyaratan sudah dipenuhi,” ungkapnya .
Ini diharapkan bisa menjadi pembelajaran bagi semua civitas akademika.

“Ini bisa jadi pembelajaran, dan diharapkan perguran tinggi harus melakukan kontrol dalam semua aspek, sehingga bisa berjalan sesuai dengan aturan yang ada,” pungkasnya. (wan/gp/hg)

-