Kamis, 29 September 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sasar Nasabah Bank dan Rumah Warga, Pencurian-Pembobolan Kian Marak!

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Senin, 27 November 2017 | 15:10 Tag: , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Waspada memang tak ada salahnya. Apalagi hendak keluar ataupun beraktivitas di luar rumah. Pastikan pintu maupun jendela dalam keadaan terkunci.

Bagi yang bepergian jauh tak ada salahnya melengkapi rumah dengan perangkat Circuit Closed Television (CCTV). Sesekali mintalah tetangga atau sanak famili untuk mengecek dan memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman.

Langkah protektif sangat penting menyikapi fenomena pencurian dan pembobolan rumah belakangan ini. Terutama di wilayah perkotaan, khususnya di Kota Gorontalo. Aksi pencurian dan pembobolan rumah kembali marak. Data yang dirangkum Gorontalo Post dari Polres Gorontalo Kota, Selang Januari hingga awal November 2017 kasus pencurian di Kota Gorontalo mencapai 310 kasus dari total 901 laporan di Polres Gorontalo Kota dan juga Polsek se Kota Gorontalo.

Dari data yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, laporan pencurian yang masuk ke Polres Gorontalo Kota dan Polsek terbagi menjadi dua yakni pencurian umum yakni sebanyak 224 kasus dan kasus pencurian sepeda motor (Curanmor) mencapai 86 kasus. Beberapa kasus pencurian yang cukup menyedot perhatian adalah kasus pencurian rumah keluarga Jerry Panget di Jl. Palma berupa uang Rp 100 juta, perhiasan emas serta barang elektronik. Kemudian rumah keluarga Yana Yanti Suleman berupa uang Rp 80 juta serta rumah keluarga Jemmy Achmad berupa uang Rp 57,3 juta dan barang elektronik.

Dari kasus pencurian yang ada tersebut, hasil pengungkapan menunjukkan para pelaku pencurian didominasi kalangan residivis. Kondisi ini menggambarkan bila jeratan hukum terhadap pelaku pencurian belum memberikan efek jera. Selain itu fenomena ketika para pelaku pencurian diciduk dan menjalani masa hukuman. Ketika menjalani masa hukuman, para pelaku pencurian ini kerap ‘saling bertukar ilmu’ ataupun informasi. Sehingga ketika mereka usai menjalani masa hukuman para pelaku pencurian ini makin lihai. Atau mereka membentuk kelompok baru yang merupakan kumpulan sesama pelaku pencurian.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3


Komentar