Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Satgas Covid-19 Butuh Tambahan Sukarelawan, Ingin Tahu Kenapa?

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 11 Desember 2020 | 23:30 WITA Tag: , , ,
  Ilustrasi


Hargo.co.id, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 berupaya menambah jumlah sukarelawan medis. Penambahan ini diperlukan karena angka positif Covid-19 masih meningkat.

Seperti yang dilansir jpnn.com, Koordinator Tim Relawan Satgas Covid-19 Andre Rahadian mengatakan, saat ini Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta membutuhkan sekitar 200 sukarelawan medis.

Pasalnya, ada peningkatan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Selain di Jakarta, kata Andre, wilayah lain yang membutuhkan banyak tenaga medis adalah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sehingga, Satgas Covid-19 akan menambah 1.000 sukarelawan.

BACA  KPK Beri Peringatan Dini buat Mensos Tri Rismaharini soal Data Penerima Bansos

“Karena peningkatan kasus yang masih tinggi, dan kesiapan beberapa rumah sakit, terutama rumah sakit rujukan, serta fasilitas isolasi mandiri, kebutuhan sukarelawan, terutama sukarelawan medis baik dokter maupun perawat dan yang lainnya, masih cukup tinggi,” ujar Andre dalam acara dialog terkait strategi melawan Covid-19 yang ditayangkan YouTube BNPB, Jumat (11/12/2020).

BACA  13 Januari, Jokowi dan Para Menteri Disuntik Vaksin Sinovac

Selain untuk membantu penanganan medis terhadap pasien positif Covid-19, sukarelawan juga diperlukan untuk melakukan pelacakan kontak erat pasien Covid-19. Andre menuturkan, rotasi tugas para sukarelawan perlu dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan fisik dan psikis sukarelawan agar tidak jatuh pada kondisi yang meningkatkan risiko tertulari Covid-19.

BACA  Vaksin Merah Putih Ditargetkan Dapat Izin Edar Tahun Depan

Meski kata Andre, selama sepuluh bulan ini tim telah mempelajari banyak hal dan telah melakukan rotasi tugas kepada para sukarelawan yang sudah bekerja selama sepuluh bulan.

“Sejumlah tenaga medis yang masih dibutuhkan adalah dokter umum, dokter spesialis paru, spesialis anestesi, perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan masyarakat,” pungkas Andre. (cuy/jpnn)


Komentar