Jumat, 30 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Satpam Gorontalo Mayoritas Tak Berkompoten

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 31 Maret 2017 | 17:06 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO – Hargo.co.id Satuan Pengamanan (Satpam) di Provinsi Gorontalo sebagian besar tak memiliki standar kompetensi sebagai petugas keamanan yang profesional di bidangnya.

Terbukti dari hasil razia yang dilakukan petugas Direktorat Binmas Polda Gorontalo beberapa waktu lalu. Ternyata masih banyak satpam yang dipekerjakan untuk melakukan pengamanan di kantor-kantor atau perusahaan tak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) beserta sertifikat Gada Pratama dari Polda Gorontalo.

Hal ini tentu rawan terhadap tingkat keamanan dari kantor tersebut karena kemampuan petugas Satpam tersebut diragukan dalam menghadapi musuh atau penjahat.

Contoh fakta di lapangan, dua pekan lalu security atau satpam di salah satu tempat hiburan di Kota Gorontalo tewas mengenaskan setelah tak berkutik ditikam pengunjung hiburan malam tersebut. Dan ada sejumlah rentetan kejadian penganiayaan terhadap Satpam yang menjadi perhatian serius Polda Gorontalo.

Contoh lain di perusahaan PT Pabrik Gula Gorontalo juga terdapat puluhan Satpam yang belum memiliki sertifikat pengamanan Gada Pratama dari Polda Gorontalo. Hal ini diakui Humas PT PG Gorontalo Fadli Eko Setiawan saat dikonfirmasi Gorontalo Post baru-baru ini.

BACA  Hujan Disertai Angin Terjang Asparaga, Dua Unit Rumah Roboh

Menurutnya, sekitar 20-an petugas security PT PG Gorontalo yang belum mengantongi sertifikat gada Pratama dari Polda Gorontalo. “Tidak semua security PT PG Gorontalo yang belum punya sertifikat dari Polda Gorontalo.

Kalau tidak salah ada dua puluhan lebih,”kata Fadli Eko Setiawan. Namun demikian Fadli berharap bagi security atau satpam yang sudah punya sertifikat agar menularkan teori dan kemampuannya terhadap yang lain.

Terlebih kebanyakan Security yang digunakan perusahaan dari masyarakat sekitar. Yang mena agar pengamanan keamanan berasal dari masyarakat sekitar lahan tebu PG. “Saya rasa mengertilah,ya karena pengamanannya masih banyak yang perlu diperbaiki, karena masih banyak kejadian di PG,”terang Fadli.

Untuk itu kedepan pihak perusahaan jelas Fadli rencananya semua security yang belum punya sertifkat akan didaftarkan untuk mendapatkan sertifikat security.

Sementara itu Direktur Binmas Polda Gorontalo Kombes Pol Nasrun Fahmi melalu Kasubdit Satpam Polsus Polda Gorontalo Kompol Berti Runtukahu mengatakan, pihaknya akan terus melakukan razia terhadap satpam atau security yang tak bersertifikat di kantor-kantor maupun perusahaan yang ada di wilayah hukum Polda Gorontalo.

BACA  Polisi Gunakan Metode Hunting dalam Operasi Zebra

Dijelaskan Berty Runtukahu, jika dalam razia nanti masih ada BUJB dan perusahaan-perusahaan mempekerjakan satpam tanpa sertifikat dan pelatihan gada Pratama, bisa dikenakan sanksi. Baik sanksi pidana maupun sanksi administrasi.

Ditegaskannya, sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor Pol. 24 Tahun 2007 tentang Sistem Pengamanan Manajemen Perusahaan/Instansi Pemerintahan. Setiap petugas keamanan atau Satpam yang dianggap berkompoten wajib memiliki sertifikasi Gada Pratama.

Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, sesuai dengan peraturan Kapolri Nomor Pol. 18 Tahun 2006, ada tiga tingkatan jenjang pendidikan yang harus dilalui petugas keamanan atau kerap disebut satpam.

Salah satunya adalah pelatihan dasar atau Gada Pratama yang merupakan pelatihan dasar wajib bagi setiap calon anggota satpam. Lama pelatihan dasar ini empat minggu dengan pola 232 jam pelajaran.

BACA  Tak Terima Hasil Pleno, Pendukung Nelson-Hendra Kepung Bawaslu

Materinya, terdiri dari interpersonal skill, etika profesi, tugas pokok, fungsi dan peranan satpam, kemampuan kepolisian terbatas, bela diri, pengenalan bahan peledak, barang berharga, dan latihan menembak.

“Sertifikat Gada Pratama ini sekarang dikeluarkan polda. Jadi sekarang ini sesuai dengan keluarnya peraturan Kapolri tersebut, untuk satpam, tidak hanya harus memiliki badan besar dan sembarang orang, tetapi harus mengantongi sertifikat,” ujarnya. Saat ini pihaknya kata Berty tengah melaksanakan pelatihan bagi para Satpam.

Untuk gelombang pertama berjumlah 50 orang. Bulan depan pendftaran akan dibuka lagi dengan jumlah yang sama. Bagi Satpam yang lulus pendidikan akan mendapatkan sertifikat gada Pratama.

Untuk itu Mantan Kabag Ops Polres Bone Bolango menghimbau bagi instansi/perusahaan pengguna Satpam dapat mengecekan KTA dan ijazah Satpam karena masih banyak yang ditemukan anggota Satpam dalam bertugas tidak memiliki legalitas atau belum ikut pendidikan. (roy/hg)


Komentar