Jumat, 25 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Satpol PP Dihadang Emak-emak, Penertiban Pasar Tradisional di Bone Bolango Ricuh

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Metropolis , pada Kamis, 31 Oktober 2019 | 16:05 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Puluhan warga yang didominasi oleh kaum ibu, terlibat kericuhan dengan petugas Satpol PP yang akan melakukan pembongkaran dan penyitaan lapak di Pasar Tradisional Desa Poowo Barat, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (31/10/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kericuhan terjadi, saat petugas dari Satpol PP Bone Bolango yang sebelumnya telah membongkar seluruh lapak yang ada di pasar tersebut, akan mengangkut material lapak ke mobil untuk di bawa dan dijadikan barang bukti oleh pihak Satpol PP.

Kericuhan yang terjadi antara pedagang dan Satpol PP pada penertiban di Pasar Tradisional Bone Bolango. (Foto Zulkifli Polimengo/Hargo)

Hal itu sentak memancing reaksi warga pemilik lapak hingga kericuhanpun terjadi. Para pedagang yang tidak terima material lapaknya di bongkar dan akan dibawa, berusaha menyerang petugas hingga memaki petugas dengan kata-kata kasar.

BACA  Terduga Bandar Judi Togel di Tolangohula Diringkus Polisi

Mewakili pemerintah Bone Bolango, Iwan Mustafa selaku PLT Kepala Dinas Koperindag menjelaskan, dimana penertiban ini merupakan yang kesekian kalinya dilakukan.

“Sebenarnya kami Pemerintah Bone Bolango tidak melarang siapapun yang ingin bedagang, namun begitu ini harus melalui proses dan aturan main yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Apalagi penertiban ini bkn hanya yang pertam kali. Kami juga telah memberikan solusi dengan menyiapkan tempat yang baru untuk para pedagang ini yang seauai dengan mekanisme ataupun aturan. Namun begitu para pedagang disini masih tetap bersikeras untuk tetap berjualan ditempat ini,” jelas Iwan Mustafa

BACA  Ini Data Jumlah Rumah yang Terendam di Bulango Utara
Penertiban pedagang di Pasar Tradisional Bone Bolango. (Foto Zulkifli Palimengo/Hargo)

Lanjut PLT Kepala Dinas Koperindag ini juga mengungkapkan, bahwa sebenarnya pihaknya telah terbuka kepada para pedagang untuk mengurus izin yang resmi di lokasi ini, namun hingga kini tak kunjung datang.

“Kami selalu terbuka dan akan menyambut masyarakat yang akan datang mengurus ijin. Namun begitu ada masyarakat di pasar-pasar yang resmi lainnya yang juga harus kita lindungi. Selain itu jalur yang berada di lokasi ini merupakan jalur emergensi, olehnya itu harus kita atur dan kami tidak ingin lokasi ini jadi semraut,” ungkap Iwan Mustafa.

BACA  Pemuda di Padebuolo Gantung Diri, Orang Tua Tolak Otopsi

Kericuhan baru meredah setelah pihak masyarakat dengan pihak Satpol PP bernegosiasi. Dalam negosiasi tersebut, pihak Satpol PP hanya akan mengangkut 1 buah material kayu dari setiap lapak yang dibongkar untuk dijadikan barang bukti. Meski begitu, proses penertiban lapak pedagang ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resor Bone Bolango. (zul/hg).


Komentar