Senin, 1 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Satpol PP Sita 1.056 Botol Miras

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 24 Februari 2017 | 10:28 WITA Tag: ,
  


LIMBOTO-Hargo.co.id Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Polisi Militer Angakatan Darat membongkar salah satu tempat kos di Desa Talumelito, Kecamatan Telaga Biru dan menyita sedikitnya 1.056 botol minuman keras (miras) golongan A.

Sebelumnya, pihak Satpol PP Kabgor mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di salah satu tempat kos di desa Talumelito terdapat gudang miras. Setelah dikrosscek, ternyata benar.

Tempat kos yang juga merupakan tempat karaoke ini terdapat gundukan botol miras. “Tempat itu memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai tempat kos dan juga sebagai tempat karaoke.

BACA  Polsek Popayato Gagalkan Penyelundupan Solar Bersubsidi ke Sulteng

Dan setelah kami telusuri, ternyata miras itu tidak memiliki izin,” kata Kabid Ketentraman dan Ketertiban umum Satpol PP Kabgor, Ronal Ismail. Setelah penyitaan ribuan botol miras ini, Satpol PP berencana akan menyelidiki izin pendirian tempat kos, termasuk pula tempat hiburannya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabgor, Husain Ui menambahkan, pihaknya memiliki data bahwa hanya dua toko yang memiliki izin untuk menjual minuman keras di Kabgor itu.

BACA  Pencabulan Marak, Warga Singgung Penerapan Hukum Kebiri

“Namun, pada fakta di lapangan, terdapat kurang lebih 500 warung yang menjual miras. Oleh karena itu, kami akan berusaha menindak tegas mereka walaupun dengan keterbatasan personel,” kata Husain.

Dia menegaskan, sanksi bagi penjual minuman keras golongan A yaitu denda sebesar Rp 10 Juta atau penjara selama 10 bulan. Sedangkan untuk miras golongan B, ancaman hukuman kurungan badan selama dua bulan dan denda Rp 20 Juta. Sementara untuk golongan C, ancaman hukuman tiga bulan dan denda Rp 30 Juta.

BACA  Selama Februari, 13 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Gorontalo

“Kami akan melakukan proses hukum bagi pedagang maupun pemilik dari miras yang tidak memiliki izin, agar memberikan efek jera kepada penjual minuman keras yang ada di daerah ini, hal tersebut kami lakukan setelah melakukan sejumlah sosialisasi kepada masyarakat,” tandasnya. Sementara pemilik dari tempat kos Talumelito, Eman L, akan dipanggil untuk diperiksa.(tr-53/hg)


Komentar