Kamis, 2 Februari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Satu Ton Cap Tikus Asal Sulut Disita Polisi

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 20 Agustus 2018 | 07:30 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Untuk kesekian kalinya, Mapolsek Bone, Bone Bolango (Bonbol) berhasil menyita minuman keras (Miras) jenis Cap Tikus dari Sulawesi Utara (Sulut) guna dipasok ke Gorontalo. Ini bukan pertama kali, mengingat Polisi sudah sering menggagalkan ketika hendak dipasok ke Gorontalo.

Sabtu (18/08/2018) malam, ribuan liter cap tikus itu berhasil dicegat petugas saat hendak memasuki pintu perbatasan sekira pukul 03.00 wita. Informasi yang diperoleh, anggota Mapolsek Bone yang dipimpin Kanit Reskrim Bripka Eko Maulana itu sedikitnya mendapati 20 sak plastik berisi miras yang masing-masing berukuran 50 liter.

banner 728x485

Total  keseluruhan cap tikus yang diamankan petugas sebanyak 1.000 liter atau 1 ton. Kemasan minuman haram itu dipasok melalui mobil minibus xenia DM 4812 KA yang dikemudikan Staven Rontunuwu (30) warga Minahasa Selatan,  Sulut.

Saat diperiksa, pengemudi mobil pembawa miras itu sama sekali tidak bisa berkutik lagi. Petugas akhirnya membawa barang bukti (babuk) miras hingga mobil dan pengendara Mapolres Bonebol guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Steven yang merupakan pelaku bisnis haram ini mengaku, bisnis miras lintas provinsi ini sudah 2 kali dijalankanya. Menurutnya wilayah provinsi Gorontalo merupakan pasar empuk untuk menjalanakan bisnis miras ini.  Selain permintaan konsumen yang tinggi, harga jualnya juga cukup fantatis hingga mencapai 45 ribu perliter.

Kapolres Bonebol, AKBP. Robin Lumban Raja melalui Kasat reskrim, Iptu. La Ode Arwansyah membenarkan hal tersebut.  Ia mengatakan,  saat pihaknya menilai wilayah Gorontalo dalam keadaan darurat miras.  Pasalnya hampir setiap pekannya,  Miras asal Minahasa Selatan kerap terjaring razia anggota Mapolsek Bone saat memasuki wilayah Gorontalo.

” Melihat situasi saat ini, kami beserta jajaran anggota penjagaan  perbatasan mapolsek Bone,  terus gencar melakukan upaya pemeriksaan yang ketat terhadap seluruh kendaraan yang yang hendak keluar masuk Gorontalo 1 x 24 jam. Sementara untuk pelakunya masih kita amankan untuk proses pengembangan selanjutnya,” tandas La Ode.  (mg03/gp/hg)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Komentar