Satu Unit Rumah di Limboto Barat Hangus Terbakar

Satu unit rumah terbakar di Limboto Barat, kabupaten Gorontalo. (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Si Jago Merah kembali mengamuk. Kali ini satu rumah yang ada di Dusun IV, Desa Padengo, Kecamatan Limboto Barat (Limbar), Kabupaten Gorontalo, nyaris rata dengan tanah.

Informasi yang dirangkum hargo.co.id, Rabu (09/10/2019) sekitar pukul 09.40 Wita, rumah milik Ratna Adam (50), tiba-tiba saja terbakar. Awalnya, pada saat itu Rafli Saputra Abdul (17) sedang berada di dalam kamar. Ketika keluar dari kamar, Rafli melihat asap dibagian atas dekat dapur.

Melihat hal itu, Rafli langsung berteriak kepada ibunya Ratna Adam yang saat itu sedang berada di kamar sebelah. Keduanya pun berlari keluar dari rumah untuk meminta tolong masyarakat sekitar.

Mendengar teriakan korban, masyarakat sekitar langsung berdatangan untuk memadamkan api serta menghubungi pihak pemadam kebakaran. Sekitar pukul 10.17 Wita, dua unit mobil Damkar Kabupaten Gorontalo dan satu unit Damkar Pemprov Gorontalo sudah berada di tempat kejadian dan sekitar pukul 10.50 Wita, api sudah bisa dipadamkan.

Hanya saja, rumah sudah habis terbakar. Masyarakat sekitar dibantu dengan TNI serta Polri, bahu-membahu membersihkan serta melihat apakah masih ada barang yang bisa dimanfaatkan lagi.

Kebakaran yang terjadi di Limboto Barat mengakibatkan satu unit rumah hangus. (Foto Istimewa)

Kapolsek Limboto Barat, Ipda Iwan M.F Kapojos,S.Tr.K ketika diwawancarai mengatakan, dari hasil interogasi yang dilakukan oleh pihaknya terhadap pemilik rumah, Ratna Adam, disampaikan bahwa anaknya yang bernama Nandito Abdul sebelum berangkat sekolah, telah memberitahukan kepada sang ibu bahwa saat hendak mengecas handphone miliknya, terdengar suara percikan di tempat colokan setrika. Bahkan Nandito sempat mengatakan pula bahwa kemungkinan ada korsleting di colokan listrik tersebut.

“Dugaan sementara, kebakaran diakibatkan arus pendek yang berasal dari colokan listrik yang berada di dekat dapur, dimana bak colokan listrik tersebut ditempelkan pada dinding yang terbuat dari papan dan dinding anyaman bamboo (Pitate),” terangnya.

Ditambahkan pula, beruntung dalam insiden ini tidak ada korban jiwa. Hanya saja, kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta, karena ada banyak alat-alat elektronik di dalam rumah tersebut.

“Saat ini personel TNI dan Polri sementara membantu pihak korban. Rumah tersebut pula dihuni oleh korban, beserta empat orang anaknya. Selanjutnya, kami pun masih melakukan penyelidikan lebih dalam terkait dengan insiden ini. Kami pula tidak henti-hentinya mensosialisasikan kepada masyarakat, agar tidak sembarangan membakar dan senantiasa waspada terhadap bencana kebakaran,” pungkasnya. (kif/hg)

-