Sabtu, 3 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



#SaveUNG Lagi Mahasiswa-Alumni Bergejolak, Bersatu Tolak Ganti Nama

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Rabu, 30 Agustus 2017 | 10:44 Tag: , , ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Bak bola salju yang menggelinding, gelombang protes mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) semakin menjadi-jadi, kemarin, Selasa (29/8). Usai menggelar dialog dan pengumpulan petisi, mahasiswa kali ini menggelar aksi parlemen jalanan. Ribuan mahasiswa dan alumni UNG memenuhi jalan protokol di Kota Gorontalo.

Mereka kompak dalam satu suara yakni menolak pergantian nama UNG menjadi Universitas BJ Habibie (UBJH). Bahkan, mantan rektor UNG, Nelson Pomalingo juga jelas-jelas menolak perhatian nama tersebut. Aliansi mahasiswa dan alumni UNG ini bahkan mengancam akan menyurati langsung Presiden Joko Widodo dan Presiden RI ke 3, BJ Habibie, jika permintaan mereka tidak digubris pimpinan universitas.

Aksi unjuk rasa ini digelar sejak pukul 12.30 wita. Mahasiswa yang nampaknya memang sudah menyiapkan matang aksi unjuk rasa ini terlebih dahulu menggelar aksi unjuk rasa di setiap fakultasnya masing-masing. Setelah itu, mereka berbondong-bondong bergerak menuju gerbang kampus UNG.

Tak lama kemudian, sejumlah alumni UNG pun terlihat bergabung bersama massa aksi dan melakukan orasi di depan kampus. Dalam orasinya, sejumlah Alumni UNG dengan tegas ikut menolak pergantian nama UNG menjadi UBJH.

Mereka menilai, alasan pergantian nama dengan mencantumkan nama Habibie sebagai identitas baru kampus UNG tidak substansial dan tidak serta merta bisa mengangkat kualitas kampus. “Yang diperbaiki itu fasilitasnya, bukan malah namanya yang diganti,” tegas Anton Abdullah, salah seorang alumni UNG, kemarin.

Hal yang sama juga kembali ditegaskan oleh Mohammad Affandi, Wakil Presiden Mahasiswa UNG. Menurutnya, alasan yang disampaikan oleh Rektor UNG sebelumnya, dinilai terlalu mengada-ada sehingga pihaknya akan terus-menerus melakukan perlawanan hingga keluar putusan dibatalkannya keputusan Senat Universitas yang mengesahkan pergantian nama UNG.

Tak hanya itu, Affandi juga menegaskan, seluruh mahasiswa seterusnya akan tetap menolak pergantian nama UNG. “Pokoknya UNG harga mati,” tegasnya. Terpisah, Koordinator Aksi, Yandi Mooduto, juga menegaskan, aksi penolakan ini akan terus dilakukan kedepannya.

Bahkan menurut Yandi, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan ribuan petisi yang nantinya akan dilampirkan dalam surat yang akan dikirimkan kepada Presiden Joko widodo dan BJ Habibie. “Besok (Hari ini,red) kami akan kembali menggelar aksi lagi, kali ini kami akan mendatangi kantor DPRD Provinsi Gorontalo untuk meminta dukungan dari para alumni sekaligus wakil rakyat yang ada disana,” tandasnya.

Disisi lain mantan Rektor UNG, Nelson Pomalingo yang kini menjabat Bupati Gorontalo pun menolak UNG ganti cashing. Hal itu disampaikannya saat memberikan pembekalan terhadap ribuan mahasiswa UNG. Bahkan dengan tegas menyatakan, Nelson adalah salah satu mantan civitas akademika UNG yang ikut menolak pergantian nama UNG.

“UNG Adalah identitas Gorontalo,” tegasnya. Kalau pun memang berniat untuk menghadirkan sebuah Universitas dengan identitas BJ Habibie, sebaiknya menurut Professor lingkungan ini, dibuatlah sebuah universitas baru.

Karena BJ Habibie sendiri lebih dikenal dengan penemuan teknologinya. Hal ini tentu jauh berbeda dengan identitas awal dibentuknya UNG yang berasal dari IKIP yang berbesik keguruan. “Kalau boleh, sebaiknya dibuat saja Universitas Tekbnologi Indonesia BJ Habibie, itu lebih baik dari pada harus mengganti nama UNG,” tandasnya.(tr-45/hg)

(Visited 6 times, 1 visits today)

Komentar