Jumat, 26 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sebanyak 1.708 GTT Ikut Ujian Kompetensi

Oleh Sri Aprilia Mayang , dalam Advertorial Gorontalo , pada Jumat, 5 Februari 2021 | 12:05 WITA Tag: ,
  Ilustrasi (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Ditengah pandemi covid-19, kompetensi para guru nantinya akan diuji oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gorontalo. Para guru yang nantinya akan diuji tersebut yakni 1.708 Guru Tidak Tetap (GTT), yang tersebar di 132 sekolah di Gorontalo.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gorontalo, Wahyudin Katili mengatakan, uji kompetensi ini dilakukan guna menjadikan guru lebih berkompeten lagi dalam mengajar, khususnya memberikan pembelajaran dalam jaringan (Daring) atau system online.

BACA  Temui Menteri Tenaga Kerja, Gubernur Perjuangkan Pembangunan BLK

“Ditengah pandemi covid-19 ini, guru dituntut untuk harus lebih berkompeten. Oleh karena itu, kami menjaga ada hal-hal yang sifatnya tidak biasa dilakukan oleh guru. Kalau selama ini terpaku mengajar di depan kelas, dengan pendekatan yang konvensional, maka diera ini ada inovasi dan pembelajaran yang baru, dan wajib dilakukan yakni dalam jaringan, guru dituntut untuk lebih kompeten dalam hal itu,” jelasnya.

BACA  Pelantikan Tiga Kepala Daerah di Gorontalo Bakal Berlangsung Luring

Lanjut kata Wahyudin Katili, uji kompetensi ini juga menguji efektifnya bidang studi dengan mata pelajaran yang dipegang. Tantangan guru dalam proses belajar mengajar saat ini semakin besar, ditengah pandemi covid-19. Cara-cara belajar mengajar konvensional sudah harus diganti dengan inovasi dan pendekatan yang baru, untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga. Jangan sampai terjadi kemorosotan kualitas guru-guru, dalam melaksanakan aktivitas belajar mengajar.

BACA  Rusli Habibie Tegaskan Penggunaan Anggaran Fokus pada Program Prioritas

“Kami fokus menilai kompetensi dan linieritas atau kesesuaian bidang studi, dengan mata pelajaran yang dipegang. Oleh karena itu, rencananya selama empat hari, kami akan menggelar uji kompetensi dengan menggunakan metode wawancara, dan mematuhi protokol kesehatan. Waktu pelaksanaan bervariasi, dimana telah dimulai sejak Selasa (02/02/2021) dan berakhir Jumat (05/02/2021). Untuk ujiannya, mereka akan diuji melalui metode wawancara dengan proses belajar mengajar,” pungkasnya.(adv/lya/hg)


Komentar