Minggu, 13 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sebanyak 102 Daerah Boleh Aktivitas Produktif, di Gorontalo Hanya Gorut

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Minggu, 31 Mei 2020 | 16:06 WITA Tag:
  Kondisi di perbatasan antara Kabupaen Gorontalo dengan Gorontalo Utara yang ditutup selama penerapan PSBB. (Foto Istimewa/Koleksi FB Ipon Nina)


Hargo.co.id, JAKARTA – Pemerintah mencatat ada sekitar 102 daerah atau kabupaten/kota yang masuk zona hijau hingga saat ini. Oleh pemerintah, daerah tersebut akan diberikan keleluasaan bagi daerah apakah ingin melaksanakan aktivitas produktif atau tidak. di Provinsi Gorontalo, nampaknya hanya Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) yang mendapat restu.

Seperti yang dilansir oleh jpnn.com, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah dalam menentukan suatu daerah dapat kembali melaksanakan aktivitas ekonomi yang produktif dan aman Covid-19 berdasarkan berbagai indikator kesehatan masyarakat yang berbasis data sebagai landasan ilmiah.

Dalam hal ini, data pendekatan yang dipakai adalah berdasarkan kriteria epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Sesuai dengan rekomendasi WHO, kami menggunakan pendekatan atau kriteria epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, serta pelayanan kesehatan,” ujar Wiku di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Pusat, Sabtu (30/05/2020).

Berdasarkan dari pengelolaan data kasus Covid-19, Gugus Tugas mendapatkan hasil di mana terdapat sebanyak 102 wilayah yang dinyatakan aman dan dikelompokkan dalam zona hijau. (Lihat Daftar)

Seluruh wilayah tersebut selanjutnya diberikan wewenang untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19.

Dari keseluruhan wilayah tersebut, Wiku berharap peningkatan kesehatan masyarakat dapat terus ditingkatkan, baik secara individu maupun secara bersama-sama. Hal itu penting mengingat bahwa pandemi Covid-19 merupakan bentuk kedaruratan kesehatan masyarakat.

BACA  Mendagri Beri Penghargaan pada Pasangan Calon Kada yang Tertib

“Kami perlu meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat kita, kami semua paham keadaan saat ini adalah kedaruratan kesehatan masyarakat dan terutama virus ini melalui droplet, maka dari itu kita pastikan bahwa kita harus menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Dan ini, perilaku ini harus dilakukan secara baik oleh individu maupun secara bersama-sama secara kolektif,” ujar Wiku.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo memberikan arahan kepada para bupati dan wali kota, selaku ketua Gugus Tugas tingkat kabupaten/kota, agar proses pengambilan keputusan pada tiap wilayah dalam melaksanakan aktivitas masyarakat produktif dan aman Covid-19.

“Agar proses pengambilan keputusan harus melalui Forkompimda dengan melibatkan segenap komponen masyarakat, termasuk pakar kedokteran, Ikatan Dokter Indonesia, pakar epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, atau budayawan, tokoh masyarakat, pakar di bidang ekonomi kerakyatan, tokoh pers di daerah, dunia usaha, dan tentunya DPRD, melalui pendekatan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas,” tegas Doni.

Dalam proses tersebut, Doni berharap para bupati atau wali kota dapat melakukan konsultasi dan koordinasi yang ketat dengan pemerintah provinsi, khususnya kepada para gubernur.

Proses pengambilan keputusan tersebut juga harus melalui tahapan prakondisi, yaitu edukasi, sosialisasi, kepada masyarakat, dan juga simulasi sesuai dengan sektor atau bidang yang akan dibuka.

BACA  Tiga Syarat Terpenuhi, Sekolah di Kabupaten Gorontalo Dibuka September

Adapun sektor yang dimaksud adalah seperti pembukaan rumah ibadah masjid, gereja, pura, vihara. Selain itu juga pasar atau pertokoan, transportasi umum, hotel, penginapan, dan restoran, perkantoran, dan bidang-bidang lain, yang dianggap penting, namun aman dari ancaman Covid-19.

“Tahapan-tahapan sosialisasi tersebut, tentunya harus bisa dipahami, dimengerti, dan juga dipatuhi oleh masyarakat. Intinya, keberhasilan masyarakat produktif dan aman Covid-19 sangat tergantung,” jelas Doni.

Lebih lanjut Gugus Tugas juga meminta setiap daerah menyiapkan manajemen krisis untuk melakukan monitoring dan evaluasi. Dalam hal ini, waktu dan sektor yang akan dibuka kembali, ditentukan oleh para pejabat bupati dan wali kota di daerah.

Apabila dalam perkembangannya, ditemukan kenaikan kasus, maka Tim Gugus Tugas tingkat kabupaten/kota bisa memutuskan untuk melakukan pengetatan atau penutupan kembali. (tan/jpnn/hg)

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh jpnn.com dengan judul; Daftar 102 Daerah yang Masuk Zona Hijau Covid-19, Ahad 31 Mei 2020.

Berikut daftar 102 daerah zona hijau tersebut:

Aceh

  1. Pidie Jaya
  2. Aceh Singkil
  3. Bireuen
  4. Aceh Jaya
  5. Nagan Raya
  6. Kota Subulussalam
  7. Aceh Tenggara
  8. Aceh Tengah
  9. Aceh Barat
  10. Aceh Selatan
  11. Kota Sabang
  12. Kota Langsa
  13. Aceh Timur
  14. Aceh besar
BACA  Musda Golkar Kabgor, Tiga Kandidat Bakal Bersaing

Sumatera Utara

  1. Nias Barat
  2. Pakpak Bharat
  3. Samosir
  4. Tapanuli Utara
  5. Nias
  6. Padang Lawas Utara
  7. Labuhanbatu Selatan
  8. Kota Sibolga
  9. Tapanuli Selatan
  10. Humbang Hasundutan
  11. Nias utara
  12. Mandailing Natal
  13. Padang Lawas
  14. Kota Gunungsitoli
  15. Nias selatan

Riau

  1. Rokan Hilir
  2. Kuantan Singigi

Kepulauan Riau

  1. Natuna
  2. Lingga
  3. Kepulauan Anambas

Jambi

  1. Kerinci

Bengkulu

  1. Rejang Lebong

Sumatera Selatan

  1. Kota Pagar Alam
  2. Penukal Abab Lematang Ilir
  3. Ogan Komering Ulu Selatan
  4. Empat Lawang

Kepulauan Bangka Belitung

  1. Belitung Timur

Lampung

  1. Lampung Timur
  2. Mesuji

Jawa Tengah

  1. Tegal

Kalimantan Tengah

  1. Sukamara

Kalimantan Timur

  1. Mahakam Ulu

Sulawesi Utara

  1. Bolaang Mongondow TImur
  2. Kep. Siau Tagulandang Biaro

Sulawesi Selatan

  1. Toraja Utara

Sulawesi Tenggara

  1. Buton Utara
  2. Buton Selatan
  3. Buton
  4. Konawe Utara
  5. Konawe Kepulauan

Sulawesi Tengah

  1. Donggala
  2. Tojo Una-una
  3. Banggai Laut

Sulawesi Barat

  1. Mamasa

Gorontalo

  1. Gorontalo Utara

NTT

  1. Ngada
  2. Sumba Tengah
  3. Sumba Barat Daya
  4. Alor
  5. Sumba Barat
  6. Lembata
  7. Malaka
  8. Rote Ndao
  9. Manggarai Timur
  10. Timor Tengah Utara
  11. Sabu Raijua
  12. Kupang
  13. Belu
  14. Timor Tengah Selatan

Maluku Utara

  1. Halmahera Tengah
  2. Halmahera Timur

Maluku

  1. Kota Tual
  2. Malukur Tgr. Barat
  3. Maluku Tenggara
  4. Kepulauan Aru
  5. Maluku Barat Daya

Papua Barat

  1. Kalimana
  2. Tambrauw
  3. Sorong Selatan
  4. Maybrat
  5. Pegunungan Arfak

Papua

  1. Yakuhimo
  2. Mappi
  3. Dogiyai
  4. Kepulauan Yapen
  5. Paniai
  6. Tolikara
  7. Yalimo
  8. Deiyai
  9. Puncak Jaya
  10. Mamberamo Raya
  11. Nduga
  12. Pegunungan Bintang
  13. Asmat
  14. Supiori
  15. Lanny Jaya
  16. Puncak
  17. Intan Jaya

Komentar