Minggu, 28 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sebanyak 103 Warga Kabupaten Gorontalo Diduga Kena Tipu oleh ‘Calo’ CPNS

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Legislatif , pada Rabu, 20 Oktober 2021 | 01:05 AM Tag: , ,
  Ilustrasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Masih ada saja yang percaya jika ‘calo’ mampu melobi agar seseorang dapat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Padahal, saat ini semua serba digital yang mana proses perekrutan CPNS sudah tak memungkinkan seorang ‘calo’ ikut ‘bermain’.

Buktinya, ada sebanyak 103 warga di Kabupaten Gorontalo tertipu oleh seorang ‘calo’ CPNS. Parahnya lagi, oknum yang terduga adalah ‘‘calo’ tersebut berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bone Bolango yang berinisial EHH. Masalah ini, kini sudah diadukan di DPRD Kabupaten dan telah dilakukan Rapat Dengar Pendapat pada Selasa (19/10/2021).

Berdasarkan RDP tersebut, terungkap jika EHH diduga menipu 103 warga yang berdomisili di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Modusnya yakni menjanjikan untuk menjadi PNS pada 2020 di Bone Bolango. Namun pada kenyataannya, hingga saat ini tak seorang pun yang berhasil jadi CPNS. 

Cerita ini berangkat dari hubungan pertemanan antara EHH dan HDj (istri seorang tokoh masyarakat di Pulubala yang bernama Andi Masi). Suatu ketika EHH menghubungi HDj untuk meminjam uang sebesar Rp 2,5 juta. Beberapa pekan berikutnya, EHH kembali meminjam uang ke HDj, namun tak diizinkan oleh suaminya.

EHH nampaknya tak kehilangan akal. Berdasarkan penuturan Andi Masi di depan anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, EHH akan membantu anak, ponakan atau keluarga HDj jika ada yang ingin menjadi ASN di Bone Bolango.  

Suasana RDP terkait dugaan penipuan terhadap 103 warga dengan iming-iming menjadi CPNS, Selasa (19/10/2021). (Foto Deice Pomalingo/HARGO)
Suasana RDP terkait dugaan penipuan terhadap 103 warga dengan iming-iming menjadi CPNS, Selasa (19/10/2021). (Foto Deice Pomalingo/HARGO)

“Itu dilakukan oleh EHH setelah tidak diberikan tambahan pinjaman. EHH langsung menanyakan kepada istri saya, jika ada anak atau ponakan yang ingin menjadi PNS,” ungkap Andi Masi. 

Mendengar itu, HDj mencari keluarganya untuk masuk PNS dan salah satunya adalah Arif Setiawan. Korban yang juga hadir pada RDP tersebut mengaku kehilangan uang sebanyak Rp 43 juta. 

‘Semula yang diminta hanya Rp 35 juta. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata masih ada lagi yang harus dibayar. Terakhir saya mengeluarkan uang sebesar Rp 43.250.000,” ungkap Arif Setiawan. 

Hal yang sama diungkapkan Yanto, suami salah seorang korban yang dijanjikan jadi PNS mengaku, sudah kehilangan uang demi istri. Bahkan ada salah satu korban yang membayar kurang lebih Rp 53 juta. 

Hasil rapat tersebut terungkap jika total uang yang didapatkan EHH dari para korban yang sebanyak 103 orang tersebut sebesar Rp 774 juta. Pada intinya para korban yang datang pada RDP tersebut tak lain hanya ingin mencari solusi, bagaimana uang mereka bisa dikembalikan. 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Irwan dai yang memimpin RDP tersebut memberi kesempatan EHH dan Andi Masi selaku suami dari HDj untuk berembuk. Maklum, HDj tanpa sengaja terlibat karena yang bersangkutan mencari keluarganya yang ingin masuk PNS melalui EHH. 

Hasilnya diperoleh tiga kesepakatan yakni EHH dan HDj akan mengganti uang dari korban. Selanjutnya, memberikan kesempatan kepada EHH dan HDj untuk memfasilitasi korban sampai dengan 31 Januari 2022. Terakhir yakni memprioritaskan pembayaran pada korban yang berhutang. 

“Jika sampai batas waktu yang ditentukan tetap belum juga dibayarkan, maka DPRD akan menindaklanjuti persoalan ini,” kunci Irwan Dai. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo 

(Visited 400 times, 1 visits today)

Komentar