Kamis, 20 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sebanyak 162 Calon ASN Ikut Seleksi Kompetensi Bidang

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Minggu, 28 November 2021 | 20:05 PM Tag: ,
  BKPP Gorontalo Utara pada proses pelaksanaan ujian SKB seleksi calon ASN, Ahad (28/11/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sebanyak 162 orang peserta calon Aparatur Sipil Negara (ASN) 2021 mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang dilaksanakan di UPT BKN Kabupaten Gorontalo dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) sejak Minggu (28/11/2021) hingga Senin (29/11/2021).

Terhadap pelaksanaan SKB tersebut Pemerintah Daerah (Pemda) Gorontalo Utara (Gorut) telah mengeluarkan pengumuman dengan nomor : 800/BKPP/2564/XI/2021 sebagai tindak lanjut dari surat dari Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Nasional nomor 15732/B-KS.04.01/SD/E/2021.

Kepala BKPP Gorontalo Utara, Tahir Datau saat dimintai keterangannya mengatakan bahwa terhadap pengumumannya telah disampaikan.

“Dan dalam pengumuman tersebut hal-hal yang harus diperhatikan itu turut disampaikan,” jelasnya.

Seperti kata Tahir Datau, soal kehadiran di lokasi pelaksanaan SKB yang harus datang 60 menit sebelum jadwal ujian. 

“Begitu juga dengan penggunaan masker yang harus 2 lapis, kemudian aturan penggunaan pakaian,” kata Tahir Datau.

Selain soal waktu dan protokol kesehatan, juga diingatkan kepada peserta untuk membawa dokumen berpa Kartu Ujian SKB yang dicetak di kertas buffalo putih, deklarasi sehar, hasil Swab PCR atau Rapid Antigen yg menyatakan Negatif. Swab PCR (3x24jam), Rapid Antigen (1x24jam). 

“Peserta yg positif dapat melapor kepada panitia, dan tentunya membawa KTP asli,” tegasnya.

Untuk selanjutnya pengumuman terhadap pelaksanaan SKD tersebut, kata Tahir Datau, menunggu informasi lanjutan. Untuk 162 orang yang ikut seleksi tersebut akan menyisakan 100 orang saja sesuai dengan kebutuhan formasi. 

“Namun untuk beberapa formasi sudah dapat dipastikan tidak akan terisi seperti Apoteker, Arsiparis, Auditor, Dokter Gigi dan Dokter. Hal tersebut karena jumlah pelamar yang kurang, kemudian ada yang melamar namun tidak lulus, seperti auditor untuk disabilitas,” jelas Tahir Datau.

Kedepan untuk kebijakan terhadap formasi yang lowong tersebut akan dilakukan, dengan melihat aturan dan ketentuan serta kebijakan yang berlaku. (***)

 

Penulis: Alosius M.Budiman

(Visited 80 times, 1 visits today)

Komentar