Sabtu, 22 Februari 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sebanyak 19.761 CPNS di Gorontalo Berebut 842 Formasi  

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 13 Februari 2020 Tag:
  Ilustrasi. Sebanyak 19.761 CPNS di Gorontalo berebut 842 formasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Proses seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Gorontalo, saat ini sedang berlangsung, bahkan beberapa instansi telah selesai melaksanakan SKD. Hasilnya tingkat capaian passing grade peserta meningkat, jika dibanding tahun lalu. Hanya saja, peserta memang harus bersaing ketat.

Data yang diperoleh, sebanyak 19.761 peserta CPNS terdaftar dan mengikuti SKD. Jumlah ini dihimpun dari instansi yang menerima CPNS seperti Kementerian Hukum dan Ham Gorontalo, Kementerian Agama Gorontalo, dan seluruh Pemda se Gorontalo. Belasan ribu CPNS ini, hanya memperebutkan 824 formasi yang tersedia di semua instansi.

Misalnya di Kemenkumham Gorontalo, sebanyak  4230 peserta CPNS terbagi untuk formasi SMA 3.497 dan S1 733 orang,  pelaksanaan ujian SKD yang berlangsung sejak 1 februari hingga 8 februari itu, memperebutkan 24 formasi CPNS untuk Kanwil Kemenkumham Gorontalo. Secara nasional Kemenkumham membutuhkan tambahan PNS tahun ini hingga 4.598 orang.

“Untuk passing grade belum selesai direkap, sedangkan untuk peraih nilai tertingginya adalah Abdul Rahman, capai 394,”ujar Ka Kanwil Kemenkumham Gorontalo Agus Subandriyo.

Menurutnya untuk formasi SMA akan melalui tes kesempatan atau fisik, sedangkan S1 akan melalui seleksi kompetensi bidang. Di Kementerian Agama, SKD yang berlangsung sejak 1-10 Februari diikuti 1.856 peserta dari 2.109 pelamar CPNS, sementara formasi yang tersedia hanya 56.

“Yang telah capai passing grade itu sebanyak 415 orang, nilai tertinggi 395,”kata Kasunag Kepegawaian dan Hukum, Kanwil Kemenag Gorontalo, Hj Jamila Baladrap.

Untuk pemerintah daerah, pelaksanaan SKD juga sedang berlangsung, misalnya di Kota Gorontalo, SKD yang dilangsungkan di kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini digelar 10-14 februari 2020. Ada 3.536 pelamar yang sebelumnya dinyatakan lulus administrasi dan berhak untuk ikut dalam ujian kali ini.

Panitia Penanggung Jawab Penerimaan CPNS Pemkot Gorontalo Yulianti Katili menjelaskan, dalam penerimaan CPNS, setiap pelamar harus bisa memenuhi nilai ambang batas atau passing grade dari tiga jenis tes yang diujikan, yakni Tes Wawasan Kebangsaaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Nilai ambang batas TWS sebesar 65, TIU 80 dan TKP 126. Formasi kebutuhan CPNS Kota Gorontalo sebanyak 206 orang.

Rinciannya 115 tenaga pendidikan, 76 tenaga kesehatan, dan 15 tenaga teknis. Adapun jumlah pelamar untuk tenaga pendidikan sebanyak 1.414, tenaga kesehatan 1.099 dan tenaga teknis 1.023.

Pada hari pertama, pelaksanaan ujian berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti 169 peserta dan yang lolos passing grade sebanyak 25. Sesi II diikuti 171 peserta dan lolos passing grade 37.

Kabid Pengembangan BKPP Kota Gorontalo Rahmat Mulyo Amiseno mengatakan, sejatinya sesuai pembagian, masing-masing sesi terdiri dari 175 peserta. Namun, ada 10 orang terlambat sehingga pantia tidak dapat mengikutsertakannya dalam ujian. Di Kabupaten Gorontalo,  hingga hari ke lima pelaksanaan SKD sudah ada  864 orang yang lulus passing grade dari jumlah 3153 peserta yang telah mengikuti seleksi.

“Alhamdulillah hingga hari ke lima ini pelaksanaan SKD berjalan lancar. Masih tersisa 5 hari lagi, semoga semakin banyak yang bisa memenuhi passing grade,” ujar kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Gorontalo Safwan Bano.

Ia menyebut, total pelamar CPNS di Kabupaten Gorontalo mencapai 6259 orang. Untuk Kabupaten Boalemo, jumlah pelamar 834 peserta, sementara formasi yang tersedia 107 orang, hanya saja jumlah peserta yang lulus passing grade belum dipublish padahal telah selesai mengikuti ujian. Hal serupa juga di Kabupaten Gorontalo Utara, sebanyak 2.024 peserta mengikuti SKD memperebutkan 74 formasi yang disiapkan pemerintah.

“Secara resminya siapa saja yang dinyatakan lolos passing grade tersebut menunggu hasil dari BKN, karena akan diklasifikasi sesuai dengan lowongan per jabatan yang dibuka,” Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan pelatihan (BKPP) Gorut, Tahir Datau.

Begitu pun untuk Kabupaten Bone Bolango, pelaksanaan SKD yang berlangsung sejak 7 februari 2020 itu diikuti 465 orang, dibagi dalam 3 sesi yakni pertama sebanyak 175 orang, yang hadir 172, sesi kedua peserta 175 orang, yang hadir 173 orang, serta sesi ketiga 115 orang hadir semuanya.

“Kalau untuk formasi CPNS 2019 Bone bolango sebanyak 47,”ujar Tahir. Sayangnya ia belum bisa memberikan data secara rinci soal jumlah peserta yang lulus passing grad.

“Kalau untuk jumlah peserta yang lulus passing grade masih kami rekap,” katanya.  (gp/hg)