Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Sebanyak 210 Gram Sabu-sabu Gagal Diedar di Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 5 Maret 2020 | 10:05 Tag: , , ,
  Kepala BNN Provinsi Gorontalo, Brigjen Pol Suparwoto dan Kasie Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti, Olis Eraku, SE, M.Ap saat memperlihatkan barang bukti berita 210 gram sabu-sabu dan uang Malaysia sebanyak Rp 50 juta. (Foto Hargo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sebanyak 210 gram Narkoba jenis sabu-sabu gagal bereda di Gorontalo. Ini menyusul ditangkapnya lima orang terduga pengedar Narkoba jaringan internasional oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Gorontalo.

Data yang diterima, petugas menyita sedikitnya 210 gram Narkoba jenis sabu-sabu yang siap diedarkan dari tangan pelaku. Kelima tersangka yang dimaksud masing-masing inisial I, E, F, KY, dan B. Pria inisial I ditangkap di Gorontalo dan sisanya dibekuk  di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Mereka dibekuk di lokasi berbeda antara 28 Januari hingga awal Februari  2020.

Kepala BNN Provinsi Gorontalo, Brigjen Pol Suparwoto, mengatakan, kelima tersangka merupakan jarignan internasional. Mereka ditangkap di waktu dan tempat yang berbeda.

“Penangkapan pertama inisial I di Gorontalo bersama satu paket sabu. Kemudian berkembang ke empat rekan lainnya,” ujar Suparwoto saat konferensi pers di BNN Provinsi Gorontalo, yang didampingi Kasie Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti, Olis Eraku, SE, M.Ap, Rabu (04/03/2020).

Hasil pengembangan dan penyelidikan membawa petugas pada jaringan lainnya yang biasa mengedarkan narkotika. Terduga yang berinisial I mengaku sabu didapatkan dari E yang berada di Luwuk, aparat langsung menuju lokasi pengedar lainnya.

Ternyata E mendapatkan barang dari F, aparat berhasil mengamankan satu paket sabu dari tangan F. Mereka mengaku jika barang didapatkan dari KY yang berada dari Palu. Aparat pun langsung melakukan pengejaran di lokasi KY. Di tangan KY aparat berhasil mengamankan sabu dan mendapat nama lainnya, yakni B. Ditangan B sebanyak 200 gram sabu berhasil diamankan aparat.

“Hingga kini kita masih melakukan pengembangan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru lagi,” katanya.

Konferensi pers yang digelar oleh BNN Provinsi Gorontalo terkait penangkapan pengedar Narkoba, Rabu (04/03/2020). (Foto Hargo)
Konferensi pers yang digelar oleh BNN Provinsi Gorontalo terkait penangkapan pengedar Narkoba, Rabu (04/03/2020). (Foto Hargo)

Barang terbanyak didapatkan dari luar Gorontalo, tapi jika tidak diputus jaringan itu, tidak menutup kemungkinan barang bisa beredar di Gorontalo. Aparat mengaku penangkapan ini akan berujung pada jaringan internasional. Selain mengamankan sabu, parat juga menyita sejumlah uang Malaysia yang ditaksir mencapai Rp 50 juta.

“Bahkan kita bisa mengungkap praktek pencucian uang, karena sejumlah rekening sudah kita amankan. Jadi banyak yang bisa jaringan kita bongkar,” ujar Suparwoto.

Hingga kini sudah sembilan orang tahanan yang berhasil diamankan BNN Provinsi Gorontalo di tahun ini. Produsen yang berperan besar dari Malaysia menjadi target.

Terkait target pasar, Suparwoto mengungkapkan jika barang haram tersebut akan diedar di Gorontalo. Hanya saja, kepada siapa dan di mana lokasinya, Suparwoto belum ingin membeberkan dengan alasan masih dalam tahap pengembangan.

“Kami sudah mengantongi target lokasi memasarkan. Namun kami belum bisa ungkap di media dengan alasan dalam pengembangan,” katanya usai konferensi pers berlangsung. (tr69/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar